Hati-hati Fitnah Dajjal di Akhir Zaman, Ini Ciri-Ciri dan Cara Terhindar Darinya
Pembahasan tentang akhir zaman selalu menarik perhatian umat Islam. Salah satu tanda besar kiamat yang wajib diimani dalam akidah Ahlussunah wal Jamaah adalah kemunculan Dajjal.
Keberadaannya termasuk perkara ghaib (sam’iyyat) yang hanya bisa diyakini berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadits sahih. Berikut penjelasannya sebagaimana dirangkum dari NU Online, 2 Maret 2026.
Dalam prinsip akidah Ahlussunah, tanda-tanda kiamat harus diimani sebagaimana datangnya riwayat, tanpa ditakwilkan secara berlebihan atau disimpangkan maknanya, termasuk di dalamnya adalah keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa ibn Maryam ‘alaihissalam.
Syekh Abu Ja’far at-Thahawy dalam Al-‘Aqidah at-Thahawiyah menegaskan:
ونؤمن بأشراط الساعة من خروج الدجال ونزول عيسى ابن مريم عليه السلام من السماء ونؤمن بطلوع الشمس من مغربها وخروج دابة الأرض من موضعها
“Kami mengimani tanda-tanda kiamat, (di antaranya) yaitu keluarnya Dajjal, turunnya Isa ibn Maryam 'alaihis salam dari langit, kami mengimani munculnya matahari dari arah baratnya, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya.”
Rasulullah SAW juga memperingatkan tentang munculnya para pendusta menjelang kiamat:
لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ سَبْعُوْنَ كَذَّابًا، قلُتْ: وَمَا ايَاتهُمُ ؟ ، قاَلَ: يَأتْوُنَكُمْ بسِنَّة لمَ تَكُوْنُوْا عَلَيْهَا ، يُغَيِّرُوْنَ بِهَا سُنَّتَكُمْ ، فَاِذَا
رَأَيْتُمُوْهُمْ فَاجْتَنِبُوْهُمْ
“Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul 70 orang pembohong. Aku bertanya: Seperti apakah ciri-cirinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: mereka akan datang kepada kalian dengan membawa sunnah (pemikiran atau tindakan) yang belum pernah kalian praktekkan, mereka akan mengganti sunah kalian dengan sunah yang dibawanya. Jika kalian melihat mereka, maka jauhilah,” (HR Bukhari).
Siapa Dajjal dan Bagaimana Ciri-cirinya?
Secara bahasa, Dajjal berasal dari kata dajjala yang berarti menutupi atau memalsukan. Ia adalah pendusta besar yang menutupi kebenaran dengan kebatilan. Dalam banyak hadits sahih, Dajjal digambarkan sebagai individu nyata, bukan simbol semata.
Rasulullah SAW menjelaskan ciri fisiknya dalam hadits riwayat ‘Ubadah bin ash-Shamit:
إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ، مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ.
“Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah,” (HR Abu Dawud).
Dalam riwayat lain disebutkan:
إنه يهودي وإنه لا يولد له ولد وإنه لا يدخل المدينة ولا مكة
"Sesungguhnya ia adalah seorang Yahudi. Sesungguhnya ia tidak punya keturunan. Sesungguhnya ia tidak bisa masuk di Madinah, dan tidak masuk Makkah."
Dajjal akan muncul dari wilayah timur, disebutkan dari Khurasan atau Ashbihan. Ia membawa fitnah besar dengan berbagai kejadian luar biasa yang menguji keimanan manusia.
Turunnya Nabi Isa dan Terbunuhnya Dajjal
Kemunculan Dajjal akan diakhiri dengan turunnya Nabi Isa ibn Maryam ‘alaihissalam. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:
فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ ... فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ
“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih… Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya.” (HR Muslim no. 2937)
Setelah membunuh Dajjal, Nabi Isa akan hidup di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil.
Cara Terhindar dari Fitnah Dajjal
Rasulullah SAW memberikan solusi agar umat Islam terlindungi dari fitnah Dajjal, yaitu dengan membaca dan menghafal Surat Al-Kahfi:
عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم قَالَ: « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari bagian awal surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
"Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir Al-Kahfi, ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal."
Kemunculan Dajjal adalah ujian besar bagi umat manusia di akhir zaman. Namun Islam tidak hanya memberi peringatan, melainkan juga petunjuk untuk menghadapinya. Mulai dari memperkuat akidah, memahami ajaran Rasulullah secara benar, serta mengamalkan sunnah seperti membaca Surat Al-Kahfi, seorang Muslim dapat menjaga dirinya dari fitnah terbesar tersebut.