Cellos Jelaskan Alasan Gelar Byon Madness di Bulan Ramadhan

Byon Combat, Byon, Cellos, Cellos Jelaskan Alasan Gelar Byon Madness di Bulan Ramadhan

Byon tetap menggelar Byon Madness Volume 3 di tengah bulan Ramadhan 2026. Cellos selaku Presiden Byon Combat memaparkan alasannya.

President Byon Combat, Yoshua Marcellos, mengatakan bahwa penentuan jadwal dilakukan secara strategis agar para fighter tetap memiliki waktu persiapan yang optimal meski harus menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Byon Madness Volume 3 dijadwalkan akan digelar di Studio 6 Emtek City, Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Sebanyak 11 pertandingan yang melibatkan petarung dari Indonesia dan Malaysia akan tersaji pada pergelaran kali ini.

Penyelenggara sengaja memilih minggu pertama bulan Ramadhan agar para fighter tidak melakukan latihan yang berat menjelah fight night.

“Kami memilih tidak setelah bulan Ramadhan karena persiapannya justru akan lebih chaos. Jadi secara strategis kami bikin di minggu pertama,” ujar Cellos dalam sesi wawancara di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Cellos menjelaskan, bahwa pada pekan terakhir sebelum pertandingan, sebagian besar fighter tetap menjalani ibadah puasa sehingga pola latihan harus disesuaikan.

Bukan hanya pola latihan yang diubah, kondisi dari cuaca dan perubahan musim juga disebut menjadi salah satu faktor utama dalam proses weight cut (pengurangan berat badan) dari para fighter.

Ia menilai pertandingan olahraga level dunia yang lainnya juga digelar meski bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Kompetisi internasional seperti sepak bola, basket, dan MMA tetap digelar saat bulan puasa sebagai bentuk dari profesionalisme para atlet.

Menurutnya, para fighter tidak hanya berlatih, tetapi juga bekerja dengan serius karena mereka dituntut untuk bersikap profesional dalam menjalankan pekerjaannya sebagai seorang atlet olahraga, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain membahas jadwal Byon Madness Volume 3, Cellos mengungkapkan bahwa tingkat profesionalisme fighter masih menjadi tantangan dalam perkembangan combat sport di Indonesia.

Ia menilai industri yang sedang berkembang dengan pesat juga menuntut peningkatan kualitas dari berbagai aspek, termasuk kesiapan para atlet.

Oleh karena itu, penyelenggara Byon Madness Volume 3 mengharapkan bahwa event ini merupakan langkah pertama untuk menuju standar industri combat sport yang lebih profesional dan berstandar internasional.

Pelaksanaan Weigh In Jadi Penentu Kesiapan Fighter

Byon Combat, Byon, Cellos, Cellos Jelaskan Alasan Gelar Byon Madness di Bulan Ramadhan

Proses weigh-in Jhon Byon Madness Volume 3 di Studio 6 Emtek City, Pada Jumat (27/02/2026)

Menjelang Byon Madness Volume 3, para fighter diharuskan menjalani sesi weigh-in di Studio 6 Emtek City, Jumat (27/2/2026).

Sesi ini dilakukan sebagai tahapan akhir sebelum pertandingan. Weigh-in menjadi momen krusial untuk memastikan, bahwa para atlet memenuhi syarat dan batas berat badan sesuai kelas yang ditentukan.

Sebagian fighter menghadapi masalah dan tantangannya tersendiri dalam menjalani proses weight cut untuk mencapai berat badan yang ditentukan.

Faktor musim juga dinilai memengaruhi proses penurunan berat badan para fighter, seperti pada musim kemarau di mana biasanya weight cut lebih mudah untuk dilakukan.

Terdapat beberapa fighter yang tidak dapat menjalani proses weight cut secara maksimal. Akan tetapi pertandingan tetap akan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Weigh-in dilakukan untuk memastikan pertandingan berlangsung secara adil dan sesuai standar yang diberlakukan.

Target Internasional dan Grand Prix 2026

Popularitas combat sport di Indonesia saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang masa dalam sejarah Indonesia.

Kondisi ini menjadi momentum penting bagi Byon untuk terus membuat event combat sport yang skalanya lebih besar lagi, seperti Grand Prix 2026. 

“2026 Grand Prix itu akan ada di Desember, di mana kita pertama kali akan menyewa satu tempat yang jauh lebih besar daripada Tennis Indoor Senayan, karena akan ada lebih dari 10 negara yang akan ikut disitu” Ujar Cellos.

Lebih jauh, Byon Combat juga menargetkan ekspansi ke level internasional pada tahun 2026, salah satu rencana besar yang tengah disiapkan oleh promotor.

Byon kini telah melakukan sejumlah peningkatan, seperti menghadirkan juri internasional serta menyediakan regulasi pertandingan yang dapat diakses publik melalui “Holy Book” Byon Combat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kritik maupun kontroversi yang sempat muncul pada pertandingan sebelumnya.

Cellos menegaskan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran agar kualitas pertandingan semakin tajam dan profesional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang