Top 11+ Pertarungan Sengit Warnai Byon Madness Vol. 3, Duel Karakter Jadi Sorotan
Atmosfer panas siap menyelimuti Studio 6 Emtek City, Jakarta, saat Byon Madness Vol. 3 digelar pada 28 Februari 2026. Ajang pembuka semester pertama Byon Combat ini menghadirkan 11 pertarungan berintensitas tinggi yang diprediksi kembali memicu rentetan knockout.
Byon Madness dikenal sebagai salah satu panggung paling brutal di kalender combat sports nasional. Rasio kemenangan KO yang menyentuh 80 persen menjadi bukti bahwa setiap laga di ajang ini jarang berakhir lewat keputusan angka. Tahun ini, 10 partai kickstriking dan satu partai pro-boxing disiapkan untuk menguji mental dan teknik para petarung di berbagai divisi, mulai dari 51 kg hingga 67 kg.
Duel Karakter dan Rivalitas Panas
Sorotan utama mengarah pada duel Nelson kontra Dewa Aji. Pertarungan ini bukan sekadar adu teknik, tetapi benturan dua karakter kontras. Dewa Aji dikenal bermental baja, bahkan tetap menyelesaikan Byon Tryout dalam kondisi cedera serius. Sementara Nelson tampil lebih tenang dan terkontrol, dengan gaya bertarung yang terlihat effortless namun efektif. Tantangan terbuka dan adu komentar di media sosial membuat laga ini sarat gengsi.
Tak kalah panas, duel sesama Malaysia mempertemukan Kabilan “The Hunter” Jelevan dengan Kallen Barthez. Kabilan datang dengan misi bangkit usai kekalahan dari petarung Indonesia, sementara Kallen membawa pengalaman internasional, termasuk podium IFMA dan torehan emas di Korea Selatan. Laga ini dipastikan menjadi pertarungan harga diri.
Mitra menghadapi Faisal “Sweethands” Giru juga menyimpan bara lama. Mitra punya catatan ekstrem: seluruh laganya di Byon selalu berakhir KO. Faisal, yang dikenal agresif dan disebut sebagai generasi baru menjanjikan, datang dengan misi membalas kekalahan pada pertemuan sebelumnya.
Satu-satunya partai pro-boxing mempertemukan Jhon dan Turkish Boy. Drama tantangan yang sempat berhembus kini berujung pada duel resmi di atas ring. Adu gengsi dan kekuatan menjadi tajuk utama laga ini, dengan Jhon meminta pertarungan digelar di kelas beratnya.
Sementara itu, Weerian mendapat ujian berat menghadapi Aman Koboi, eks ranking satu Malaysia dan langganan podium internasional. Tantangan ini dinilai berisiko tinggi, namun menjadi momentum pembuktian bagi Weerian untuk menjawab keraguan publik.
Divisi Memanas, Talenta Muda Unjuk Gigi
Di luar lima laga utama, enam pertarungan tambahan tak kalah menarik. Divisi 51 kg memanas lewat pertemuan Juang Kadja Koro dan Charles Ebu, dua nama yang sama-sama tampil impresif di edisi sebelumnya. Adu fight IQ melawan tekanan agresif dipastikan jadi kunci.
Danial Hakim, yang belum pernah tumbang lewat KO, akan diuji juara 61 kg Byon Tryout, Erwin Simangunsong. Sementara laga Franky kontra Umar menghadirkan benturan pengalaman ratusan kemenangan melawan semangat debutan.
Aditya Armadani, peraih emas PON XX Papua, ditantang Claudions Reco yang punya pengalaman SEA Games. Di laga lain, Adriansyah yang dikenal kerap menang cepat akan menghadapi Bryan Fury yang datang sebagai pengganti dengan modal tiga KO dari tujuh kemenangan.
Tak ketinggalan, Aprilando kembali naik ring usai laga keras sebelumnya untuk menghadapi Wan Epul, petarung Malaysia berusia 23 tahun dengan 10 KO dari 15 kemenangan. Potensi duel berdarah dan finis cepat membayangi laga ini.
Lima partai utama akan disiarkan secara pay-per-view melalui platform Vidio, sementara pertarungan lain tetap menjadi bagian dari rangkaian penuh Byon Madness Vol. 3.
Dengan komposisi duel lintas negara, rivalitas personal, hingga perebutan posisi peringkat, Byon Madness Vol. 3 bukan sekadar ajang pembuka musim. Ini adalah panggung pembuktian, tempat para petarung mempertaruhkan reputasi dan masa depan mereka di arena combat sports Indonesia.