Kemenhub Prediksi 144 Juta Orang Pemudik di 2026, Menurun dari Tahun Lalu

Kementerian Perhubungan, Kemenhub Prediksi 144 Juta Orang Pemudik di 2026, Menurun dari Tahun Lalu

Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 144 juta orang.

Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan potensi pergerakan masyarakat sekitar 143,7 juta orang.

"Kalau secara nasional, perkiraan kami berdasarkan survei ada 143,7 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Lebih rendah 1,75 persen dibandingkan tahun 2025, berdasarkan survei ya," jelasnya di Surabaya, Jumat (20/2/2026) dikutip dari RRI.

Pada 2025, jumlah pemudik diperkirakan 146 juta orang. Namun realisasinya mencapai 154 juta orang. Artinya, pergerakan masyarakat sering kali melampaui angka survei.

Karena itu pemerintah tetap melakukan antisipasi meskipun prediksi tahun ini lebih rendah.

"Namun kemungkinan akan terjadi kenaikan, itu harus juga kita antisipasi," katanya.

Mengapa Pemerintah Terapkan WFA?

Untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada hari-hari tertentu, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan tersebut telah disetujui Presiden dan Kementerian PAN-RB.

Penerapan WFA dilakukan dua tahap:

  • 16–17 Maret 2026 pada awal arus mudik
  • 25–27 Maret 2026 pada arus balik.

Dengan kebijakan ini diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan pada tanggal yang sama sehingga kepadatan bisa terbagi.

"Dengan diberlakukannya WFA, lalu lintas diharapkan tidak menumpuk hanya pada tanggal tertentu tetapi menyebar," ujar Menhub.

Bagaimana Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan?

Selain pengaturan waktu perjalanan, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalan tol.

Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polri dan Korlantas untuk menerapkan berbagai skema pengaturan arus kendaraan.

Beberapa skema yang akan digunakan antara lain:

  • Contraflow
  • One way
  • Sistem ganjil-genap.

"Itu akan dilakukan secara terpadu dipimpin oleh Korlantas, nanti setiap Polda yang ada di Jawa itu akan melakukan koordinasi dengan Korlantas," pesannya.

Melalui kombinasi kebijakan WFA dan rekayasa lalu lintas, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar serta mengurangi kepadatan ekstrem di jalur utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang