Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan harga BBM di Jabodetabek sepanjang 2025 menghadirkan cerita yang tidak monoton.

Ada fase stabil, periode turun, hingga kenaikan bertahap jelang akhir tahun sesuai pergerakan harga minyak dunia.

Bagi pengguna kendaraan, terutama mobil harian, perubahan ini terasa langsung pada pengeluaran rutin, terutama untuk BBM non-subsidi.

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Ilustrasi SPBU Pertamina.

Jika dirangkum dari Januari hingga Desember, 2025 menjadi tahun dengan fluktuasi aktif, meski tidak semuanya berakhir dengan lonjakan tajam.

Awal Tahun: Harga Masih Terkendali

Januari 2025 dibuka dengan harga yang relatif seimbang, di mana Pertamax dipasarkan seharga Rp12.500 per liter, Shell Super berada di kisaran Rp12.930 per liter, BP 92 Rp12.810 per liter, sementara Vivo Revvo 92 juga bermain di level serupa.

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Perbandingan harga BBM Pertamina 2025

Untuk BBM diesel non-subsidi, harga sudah berada di atas Rp14.000 per liter.

Memasuki Februari dan Maret 2025, hampir seluruh SPBU melakukan penyesuaian naik.

Pertamax sempat menyentuh Rp12.900 per liter, Shell V-Power dan BP Ultimate mendekati Rp14.000 per liter, sementara BBM diesel non-subsidi mulai menanjak lebih cepat dibanding bensin.

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Perbandingan harga BBM Shell 2025

Kuartal II/2025: Harga Melandai

April hingga Juni menjadi periode 'adem' bagi konsumen.

Harga BBM non-subsidi berangsur turun di hampir semua SPBU.

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Kondisi SPBU Shell Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).

Pertamax kembali ke kisaran Rp12.100–Rp12.500 per liter.

Shell Super, BP 92, dan Revvo 92 juga turun hingga mendekati Rp12.300–Rp12.400 per liter.

Pada fase ini, perbedaan harga antars SPBU makin tipis.

Konsumen tidak lagi melihat selisih besar antara Pertamina dan SPBU swasta untuk BBM RON 92.

Juli 2025: Titik Balik Kenaikan

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Perbandingan harga BBM BP AKR 2025

Memasuki Juli 2025, arah pergerakan harga kembali berubah.

Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo kompak menaikkan harga BBM non-subsidi.

Pertamax kembali ke Rp12.500 per liter, Shell Super naik ke Rp12.810 per liter, BP 92 ke Rp12.600 per liter, dan Revvo 92 ikut menyesuaikan.

Kenaikan ini juga lebih terasa pada BBM diesel non-subsidi, yang kembali mendekati Rp14.000 per liter.

pergerakan harga, BBM non-subsidi, Kisah Harga BBM Jabodetabek 2025: Dari Stabil, Langka, Hingga Naik, Awal Tahun: Harga Masih Terkendali, Kuartal II/2025: Harga Melandai, Juli 2025: Titik Balik Kenaikan, Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas, Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Perbandingan harga BBM Vivo 2025

Agustus–September 2025: Harga Turun, Stok Swasta Terbatas

Agustus 2025 menghadirkan koreksi harga untuk BBM bensin non-subsidi.

Pertamax turun ke Rp12.200 per liter, Shell Super ke Rp12.580 per liter, BP 92 ke Rp12.550 per liter, dan Revvo 92 ikut turun.

Namun, pada pengujung periode tersebut, sejumlah SPBU swasta mulai mengalami kelangkaan BBM akibat stok impor habis.

Kondisi ini membuat tidak semua SPBU mencantumkan harga jual BBM-nya secara lengkap hingga kuartal IV/2025, terutama untuk produk tertentu.

September 2025 berjalan relatif stabil dari sisi angka, meski ketersediaan di beberapa SPBU belum sepenuhnya normal.

Akhir Tahun: Harga Menutup Lebih Tinggi

Oktober 2025 dan November 2025 ditandai kenaikan bertahap, terutama BBM diesel non-subsidi.

Harga bensin non-subsidi cenderung stagnan, sementara diesel terus naik.

Desember 2025 menutup tahun dengan harga lebih tinggi dibanding awal tahun.

Pertamax berada di Rp12.750 per liter, Shell Super di Rp13.000 per liter, BP 92 juga Rp13.000 per liter, dan Revvo 92 berada di level yang sama.

Adapun untuk BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Solar, tetap tidak berubah sepanjang tahun.

Outro

Dengan ritme naik-turun yang cukup aktif, 2025 menjadi tahun di mana konsumen perlu lebih jeli memantau perubahan harga.

Bukan karena lonjakan besar, melainkan karena penyesuaian yang konsisten dari bulan ke bulan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang