Gaji Habis Buat Biaya Hidup, Milenial Makin Sulit Punya Dana Pensiun
Tekanan ekonomi membuat generasi milenial semakin sulit mempersiapkan masa pensiun. Hal ini terungkap dalam riset Opinium pada September 2024 terhadap 4.000 orang dewasa di Inggris.
Studi tersebut menemukan bahwa 59 persen milenial mengaku kesulitan menabung untuk masa pensiun mereka.
Angka ini lebih tinggi dibanding generasi lain. Sebanyak 48 persen generasi Z usia 18–26 tahun menghadapi masalah serupa, sementara pada generasi X usia 41–56 tahun angkanya 39 persen.
Temuan ini menunjukkan fase kehidupan milenial, yang berada di akhir usia 20-an hingga awal 40-an, memberi tekanan besar terhadap rencana finansial jangka panjang.
Melansir dari AAC, Kamis, 5 Februari 2026, salah satu penyebab utama adalah pendapatan yang tidak stabil. Sebanyak 25 persen milenial menyebut fluktuasi penghasilan sebagai hambatan terbesar untuk menabung. Hampir sama besar, 24 persen lainnya mengatakan tanggung jawab mengurus anak menjadi faktor utama.
Kelompok perempuan milenial terdampak lebih besar. Banyak yang mengalami gangguan karier karena cuti melahirkan, perubahan pekerjaan, atau jeda total dari dunia kerja. Ketika situasi ini digabungkan dengan biaya perumahan dan pengasuhan anak yang terus meningkat, menabung untuk pensiun terasa sangat berat.
Riset tersebut juga menyoroti kesenjangan antara pria dan perempuan dalam tabungan pensiun. Perempuan lebih sering mengalami interupsi karier karena tanggung jawab keluarga, yang menekan pendapatan saat ini, sekaligus berdampak pada tabungan jangka panjang.
Data menunjukkan pada usia 25–34 tahun kontribusi pensiun mulai berbeda. Saat memasuki usia 45–54 tahun, pria menyetor 50 persen lebih banyak per bulan dibanding perempuan.
Bertentangan dengan stereotipe bahwa milenial gemar belanja gaya hidup, riset menunjukkan hanya 20 persen yang menjadikan iuran pensiun sebagai prioritas finansial. Sebaliknya, perhatian utama tertuju pada biaya rumah, cicilan pinjaman pendidikan, serta kebutuhan anak.
Tekanan finansial ini berdampak langsung. Dalam setahun terakhir, 7 persen milenial menurunkan kontribusi pensiun mereka, dan 7 persen lainnya berhenti menabung sama sekali.
Sebab itu, edukasi finansial menjadi kunci. Dengan pemahaman yang lebih baik, milenial dapat lebih percaya diri merencanakan masa depan.