Youth Speak Forum 2026 Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan Global Berkelanjutan

Gelaran Youth Speak Forum 2026 oleh AIESEC Indonesia
Gelaran Youth Speak Forum 2026 oleh AIESEC Indonesia

 Peran pemuda dalam menjawab tantangan global kembali ditegaskan melalui gelaran Youth Speak Forum 2026 yang diselenggarakan oleh AIESEC Indonesia pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Menara Syariah, PIK 2. Forum ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan, berdiskusi, serta membangun kolaborasi demi perubahan yang berkelanjutan.

Youth Speak Forum merupakan inisiatif global AIESEC yang bertujuan memperkuat suara pemuda agar dapat berkontribusi nyata dalam pencapaian 17 target Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui forum ini, AIESEC berupaya menciptakan ruang dialog yang setara, inklusif, dan berkeadilan, sehingga pemuda dari berbagai latar belakang dapat terlibat aktif dalam pembahasan isu-isu global maupun nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai organisasi kepemudaan internasional, AIESEC dikenal aktif dalam pengembangan potensi generasi muda melalui program kepemimpinan dan pertukaran lintas negara. Youth Speak Forum 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut, dengan menghadirkan lebih dari 200 pemuda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia.

Mengusung tema “Future by Youth: Empowering Change Through Global Leadership and Sustainability”, forum ini menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan. AIESEC berharap para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pemimpin yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

Dalam forum ini, terdapat tiga topik utama yang dibahas melalui sesi talkshow, yakni Youth in Global Leadership, Youth in Future, dan Youth in Sustainability. Ketiga topik tersebut dirancang untuk membuka wawasan pemuda mengenai kepemimpinan global, tantangan masa depan, serta pentingnya keberlanjutan dalam setiap langkah perubahan.

Salah satu mitra kolaborasi dalam Youth Speak Forum 2026 adalah Bakrie Center Foundation (BCF) yang turut berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi Youth in Global Leadership. CEO BCF, Jimmy Gani, hadir membagikan pengalamannya sebagai mantan anggota AIESEC pada tahun 1992. Ia mengaku antusias kembali terlibat dan mengenang masa aktifnya sebagai mahasiswa di Universitas Padjadjaran.

“Waktu itu AIESEC Indonesia baru didirikan. Saya mendapatkan kesempatan ikut konferensi internasional di Helsinki, Finlandia. Setelah itu, saya berkesempatan ikut dalam Asia Pacific Conference pada tahun 1993. Saya belajar menjadi aktivis global yang terbiasa bertemu dengan teman-teman lintas budaya. Pengalaman internasional sangat membentuk jiwa kepemimpinan dan menjadikan saya pemimpin seperti hari ini,” tutur Jimmy.

Menurut Jimmy, kemampuan adaptif menjadi salah satu kunci utama kepemimpinan, terutama dalam organisasi berskala global yang sarat dengan perbedaan budaya dan karakter. Pengalaman tersebut, lanjutnya, membentuk intuisi kepemimpinan yang sangat berguna dalam dunia profesional.

“Saya banyak bertemu dengan para CEO atau kolega yang usianya jauh lebih tua, tetapi karena sudah diasah kemampuan adaptif tadi sejak masih mahasiswa di berbagai organisasi, kita jadi lebih cepat dalam membaca karakter orang sehingga lebih mudah untuk berjejaring dan membuat penawaran,” sambung Jimmy.

Kini aktif sebagai pendidik, pebisnis, dan pemimpin di berbagai organisasi, Jimmy menutup sesinya dengan pesan inspiratif bagi generasi muda agar berani memulai perubahan, sekecil apa pun langkahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kata Napoleon Hill, kita mungkin tidak langsung bisa melakukan hal-hal yang besar tetapi kita bisa mulai untuk melakukan hal kecil dengan upaya terbaik. Jadi, lakukanlah hal-hal yang bisa kita lakukan, sederhana tetapi bermakna dan berdampak,” tutup Jimmy.

Youth Speak Forum 2026 pun menjadi bukti bahwa suara pemuda memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Jika mau, aku bisa bikinin judul alternatif yang lebih clickbait, atau versi lebih singkat untuk berita cepat.