Upaya Membangun Ekosistem Berkelanjutan, Peluang Fashion Asia Tenggara di Kancah Global
Industri mode global kini memasuki fase transformasi yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, keberagaman, dan narasi budaya. Dalam konteks ini, fashion dari kawasan Global South, termasuk Asia Tenggara, semakin memperoleh ruang strategis di panggung internasional.
Perubahan preferensi konsumen yang mengarah pada produk dengan nilai sosial dan budaya yang kuat turut mendorong pergeseran pusat kreativitas dari wilayah tradisional menuju kawasan yang memiliki kekayaan identitas dan perspektif baru.
Fashion dari Asia Tengara dinilai memiliki relevansi tinggi karena mampu menghadirkan sudut pandang alternatif yang lebih kontekstual terhadap realitas sosial dan lingkungan. Desainer dari kawasan ini kerap mengangkat isu lokal, praktik kerajinan tradisional, serta pendekatan produksi yang lebih berkelanjutan. Hal tersebut menciptakan diferensiasi yang kuat di tengah homogenitas tren global.
Selain itu, kekuatan narasi yang berpijak pada nilai komunitas dan keberlanjutan menjadikan produk fashion Asia Tenggara lebih mudah diterima oleh pasar internasional yang semakin sadar etika dan dampak lingkungan.
Berpusat di Asia Tenggara, Modinity Group mengusung nilai Modern, Modest, dan Infinite Blessings yang tercermin dalam keberagaman sudut pandang, kekayaan budaya, serta keyakinan bahwa fashion dari Global South memiliki relevansi yang kuat di kancah internasional. Nilai-nilai ini membentuk Modinity Fashion Parade sebagai platform yang menghadirkan fashion Asia Tenggara dengan pendekatan yang progresif dan kontekstual.
Melalui platform ini, karya desainer regional diposisikan tidak hanya sebagai produk estetika, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang mampu bersaing di pasar global.
Mengambil inspirasi dari nilai sejarah lintas generasi yang melekat pada Borobudur, Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan pendekatan storytelling yang memadukan warisan masa lalu dengan arah masa depan. Pendekatan ini merefleksikan keyakinan bahwa fashion dapat menjadi medium dialog yang terus berkembang, dibentuk oleh keahlian, kesinambungan, dan kehadiran budaya yang abadi.
Diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, Modinity Fashion Parade 2026 digelar di ruang terbuka yang melibatkan lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan. Runway Modinity Fashion Parade 2026 menampilkan koleksi dari Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini, dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand. Tahun ini juga menandai debut Rizman Ruzaini, setelah rumah mode asal Malaysia tersebut resmi bergabung dalam ekosistem Modinity Group pada 2025.
CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa Modinity Fashion Parade merupakan bagian penting dari perjalanan Modinity dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan.
“Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” ujar Linda.
Dengan strategi tersebut, ekosistem fashion Asia Tenggara dinilai semakin siap memperkuat posisinya sebagai kekuatan baru di industri mode dunia.