Prilly Latuconsina Dapat 30 Ribu Tawaran Kerja, Apa yang Terjadi?
Prilly Latuconsina mencuri perhatian setelah melakukan aktivasi fitur #OpenToWork di LinkedIn.
Dalam waktu singkat, akun LinkedIn miliknya dibanjiri puluhan ribu permintaan koneksi dan tawaran kerja dari berbagai sektor.
Respons tersebut muncul setelah Prilly menyatakan dirinya terbuka terhadap peluang kerja di luar dunia hiburan.
Lantas, apa yang terjadi hingga Prilly bisa mendapatkan banyak permintaan koneksi?
Unggahan picu lonjakan respons
Prilly mengungkapkan jumlah permintaan koneksi yang masuk ke akun LinkedIn miliknya mencapai lebih dari 30.000.
Respons tersebut muncul tak lama setelah ia menyalakan badge #OpenToWork, yang menandakan ia terbuka menerima peluang kerja baru.
"Terima kasih untuk lebih dari 30 ribu connection request yang masuk ke LinkedIn aku. Terima kasih untuk perusahaan, organisasi, pelaku usaha, dan brand yang sudah reach out," ujar Prilly, dikutip dari , Jumat (30/1/2026).
Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas besarnya kepercayaan yang datang dari berbagai pihak.
Bukan karena kekurangan aktivitas
Prilly menegaskan, keputusan mengaktifkan Open to Work bukan dilatarbelakangi kekurangan aktivitas.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keinginan untuk belajar dan mencoba bidang baru di luar dunia hiburan.
"Aku menyalakan badge #OpenToWork bukan karena kekurangan kegiatan, tapi karena ingin belajar hal baru," bunyi unggahan Prilly melalui di LinkedIn.
Keputusan itu diambil setelah ia mengumumkan pengunduran diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan pada 2019.
Tawaran datang dari berbagai sektor
Menurut Prilly, tawaran yang masuk tidak hanya berasal dari industri kreatif.
Ia menerima ajakan dari perusahaan, organisasi, hingga komunitas yang bergerak di berbagai bidang, termasuk isu lingkungan dan kerja sosial.
"Aku merasa bahagia sekali karena ternyata banyak yang percaya aku bisa mengerjakan hal-hal di luar bidangku selama ini. Jujur deg-degan banget karena aku baca satu per satu tawarannya," ujar Prilly.
Ia menyebut telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak dan membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja, termasuk paruh waktu.
Komitmen tanggung jawab penuh
Meski sebagian tawaran bersifat tidak penuh waktu, Prilly menegaskan komitmennya untuk tetap bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan yang diterima.
"Walaupun sebagian adalah pekerjaan paruh waktu, aku ingin bertanggung jawab penuh terhadap semua orang yang sudah percaya sama aku," ujar Prilly.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran baru dalam perjalanan kariernya ke depan.
"Deg-degan, tapi juga semangat. Semoga di 2026 aku bisa belajar banyak. Siapa tahu ke depannya aku bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang