Antam Cetak Rekor Baru, Kenapa Harga Emas Terus Naik di 2026?

Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan pada awal 2026, baik di pasar global maupun domestik.
Kondisi ini tercermin dari harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang kembali mencetak rekor pada Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per pukul 09.30 WIB naik Rp 165.000 per gram, dari posisi Rp 3.003.000 pada pembukaan pagi menjadi Rp 3.168.000 per gram.
Kenaikan ini menempatkan harga emas Antam di atas Rp 3 juta per gram untuk pertama kalinya.
Lonjakan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang terus menembus rekor baru di awal tahun 2026.
Harga emas dunia terus cetak rekor
Di pasar global, harga emas telah melampaui level 5.000 dollar AS per troy ounce atau setara sekitar 31,1 gram.
Bahkan, harga emas sempat menyentuh kisaran 5.300 dollar AS per troy ounce.
Dengan asumsi kurs Rp 15.800 per dollar AS, harga emas dunia tersebut setara sekitar Rp 79 juta hingga Rp 83 juta per 31,1 gram, atau sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta per gram.
Pergerakan harga global ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas di dalam negeri.
Dolar AS melemah, emas makin diminati
Dilansir dari Forbes, Rabu (28/1/2026), kenaikan harga emas global dipicu oleh melemahnya nilai tukar dollar AS.
Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS tercatat turun ke level terendah dalam empat tahun.
Pelemahan dollar membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Saat dollar melemah, harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat dan mendorong harga naik.
Kekhawatiran terhadap kebijakan bank sentral AS
Faktor lain yang memengaruhi lonjakan harga emas adalah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, di tengah adanya penyelidikan federal yang menyeret pimpinan bank sentral tersebut.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap independensi kebijakan moneter AS.
Dalam kondisi ketidakpastian kebijakan, investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas.
Ketegangan geopolitik dorong minat aset aman
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global turut mendorong kenaikan harga emas.
Sejumlah peristiwa internasional, seperti operasi militer AS di Venezuela, ancaman terhadap Iran, serta polemik terkait Greenland dan kebijakan tarif dagang, membuat pasar keuangan global menjadi lebih berhati-hati.
Emas kembali dipilih sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya risiko global.
Dampaknya ke harga emas Antam
Kondisi global tersebut tercermin pada harga emas Antam di dalam negeri. Emas batangan Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan lama Logam Mulia, berikut beberapa harga emas Antam per Kamis (29/1/2026) pukul 09.30 WIB:
- 0,5 gram: Rp 1.634.000
- 1 gram: Rp 3.168.000
- 5 gram: Rp 15.615.000
- 10 gram: Rp 31.175.000
- 100 gram: Rp 311.012.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 3.108.600.000.
Harga emas Antam di laman Logam Mulia diperbarui setiap hari pada pukul 08.30 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang