Profil 8 Anggota Dewan Energi Nasional dari Luar Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto melantik 16 anggota Dewan Energi Nasional (DEN) pada Rabu (28/1/2026).
Dari jumlah itu, delapan anggota DEN di antaranya berasal dari unsur pemangku kepentingan, alias orang dari luar pemerintahan.
Latar belakang mereka terbagi ke dalam lima kalangan, yakni akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen.
Rinciannya, dua anggota DEN berasal dari kalangan akademisi, dua dari industri, satu dari teknologi, satu dari lingkungan hidup, serta dua dari kalangan konsumen.
Profil Delapan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan
Dilansir dari Antara, berikut profil singkat delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan:
1. Johni Jonatan Numberi
Johni Jonatan Numberi merupakan akademisi kelahiran Sorong, Papua Barat Daya, yang membawa perspektif pembangunan energi dari kawasan Indonesia Timur.
Saat ini, ia menjabat Koordinator Wilayah Papua Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027 dan menjadi pengurus Forum Dekan Teknik Indonesia periode 2023–2027.
Aktivitas riset dan publikasi di bidang energi baru dan terbarukan memperkuat kompetensi akademik akademisi kelahiran 1976 tersebut.
2. Mohamad Fadhil Hasan
Mohamad Fadhil Hasan dikenal sebagai pakar ekonomi asal Bogor, Jawa Barat, dengan keahlian di bidang ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan.
Ia menempuh berbagai pelatihan profesional, termasuk di Harvard Institute for International Development dan Economic Institute di Amerika Serikat.
Akademisi kelahiran 1959 ini pernah menjadi tim ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode 2019–2021.
Kiprahnya juga tercatat dalam penguatan tata kelola ekonomi nasional, sektor keuangan, serta pembangunan industri berbasis sumber daya alam.
Sejak 2020, ia aktif sebagai pendiri dan Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
3. Satya Widya Yudha
Satya Widya Yudha merupakan pakar energi dan politisi senior kelahiran Kediri pada 1961. Pengalamannya mencakup kebijakan publik, politik, dan industri energi.
Ia pernah menjabat Anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.
Dalam masa tugasnya di DPR, Satya tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi I dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset, dan lingkungan hidup.
Sebelum terjun ke dunia legislatif, ia memiliki pengalaman sebagai eksekutif global di sektor minyak dan gas bumi.
4. Sripeni Inten Cahyani
Sementara itu, Sripeni Inten Cahyani menjadi satu-satunya perempuan dari delapan anggota DEN yang dilantik.
Eksekutif energi kelahiran Pati, Jawa Tengah, 1968 ini memiliki rekam jejak panjang di sektor korporasi dan kebijakan energi.
Inten pernah menjabat Tenaga Ahli Menteri ESDM pada periode 2020–2024, mendampingi Arifin Tasrif.
Ia juga terlibat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan energi baru terbarukan serta ketenagalistrikan.
Selain itu, ia pernah menjabat Komisaris Utama PT Pupuk Kujang dan Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero).
5. Unggul Priyanto
Unggul Priyanto dikenal memiliki keahlian di bidang teknologi dan energi, dengan pengalaman panjang dalam riset, kebijakan, dan penerapan teknologi strategis nasional.
Unggul Priyanto lahir di Malang, Jawa Timur, dan memiliki latar belakang pendidikan lintas disiplin.
Ia meraih gelar Doktor Material dari Kyushu University, Jepang, Magister Teknik Kimia dari University of Leeds, Inggris, serta Sarjana Teknik Kimia dari ITB.
Dalam karier profesionalnya, tokoh kelahiran 1958 ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada periode 2014–2019.
6. Saleh Abdurrahman
Saleh Abdurrahman merupakan ahli pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan pengalaman panjang di sektor energi dan pemerintahan.
Saleh lahir di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1963 dan menempuh pendidikan doktoral di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor.
Ia pernah menjabat Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi periode 2021–2025.
Saat ini, Saleh aktif sebagai Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia serta anggota Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.
7. Muhammad Kholid Syeirazi
Muhammad Kholid Syeirazi merupakan akademisi dan praktisi kebijakan energi kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 1979.
Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dan aktif sebagai dosen serta peneliti.
Fokus kajiannya mencakup tata kelola kebijakan publik dan ketahanan energi nasional, khususnya sektor minyak dan gas bumi. Minat tersebut tercermin dalam berbagai riset, publikasi, dan keterlibatannya dalam forum-forum strategis energi.
8. Surono
Surono dikenal sebagai pakar geofisika dan mitigasi bencana kelahiran Sidareja, Jawa Tengah, 1955.
Ia meraih gelar Doktor Geofisika dari Université de Chambéry serta Master Geofisika dan Lingkungan dari Université de Grenoble, Prancis.
Surono mendedikasikan kariernya di sektor energi dan kebencanaan di pemerintahan.
Ia juga aktif sebagai pembicara di berbagai forum mitigasi bencana internasional serta pernah menjadi perwakilan tetap Indonesia pada International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior periode 2006–2015.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang