Revolusi Tebu Dimulai, Teknologi Bongkar Ratoon Jadi Senjata Baru Energi Hijau Nasional
Dalam rangka mempercepat realisasi program swasembada gula dan memperkuat hilirisasi sektor perkebunan, Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, menggelar tanam perdana tebu bongkar ratoon dan hilirisasi perkebunan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolisasi, tetapi menjadi bagian dari amanat strategis nasional berdasarkan Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
“Tebu saat ini bukan hanya penghasil gula, tetapi juga tumpuan penting penyedia bahan baku bioetanol untuk mendukung energi hijau nasional. Setiap hektare yang kita tanam adalah kontribusi nyata terhadap kedaulatan energi dan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Ia pun menargetkan perluasan dan peremajaan tanaman tebu (bongkar ratoon) secara nasional seluas 100.453 hektare pada tahun ini. Program itu mencakup aspek produksi, peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja baru, serta penguatan struktur industri gula nasional dari hulu hingga hilir.
Abdul Roni juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, BUMN, swasta, hingga kelompok tani. “Keterlibatan seluruh elemen ini menunjukkan bahwa membangun ketahanan pangan dan energi adalah tugas bersama,” tutur dia.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa kegiatan tanam perdana tebu bongkar ratoon mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid dalam mendukung ketahanan pangan dan energi.
“Jika ditanam ulang, produktivitasnya kembali meningkat. Setelah tiga hingga empat tahun, produktivitas biasanya turun 20–30 persen,” jelasnya. Kabupaten Gresik memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas tebu dengan luas tanam yang konsisten dan tersebar di berbagai kecamatan.
Dalam tiga tahun terakhir, areal tanam tebu di Gresik berturut-turut mencapai 1.927 hektare (2023), 1.308 hektare (2024), dan 1.341 hektare (2025), tersebar di delapan kecamatan strategis. Tahun ini, kegiatan tanam tebu bongkar ratoon diusulkan menjadi 43 hektare.
"Kami juga menekankan pentingnya inovasi, teknologi, dan kolaborasi antar sektor dalam menjawab tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, serta kebutuhan modernisasi pertanian," tutur dia.