Tak Sekadar Lezat, 6 Makanan Khas Imlek Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan dan Kekayaan

Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi makan bersama keluarga besar. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, hidangan yang tersaji di atas meja bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol doa dan harapan untuk setahun ke depan.
Sejumlah kuliner khas Imlek diyakini dapat membawa keberuntungan, rezeki berlimpah, hingga kesehatan berdasarkan tradisi turun-temurun dari leluhur.
Melansir data dari Tatler dan buku "Imlek dan Peleburan Budaya di Atas Piring" karya Pusat Data dan Analisa Tempo, berikut adalah ragam makanan pembawa keberuntungan saat Imlek:
1. Lumpia (Spring Rolls)
Lumpia merupakan hidangan yang sangat populer di wilayah Shanghai, Hong Kong, Shenzhen, hingga Fujian. Bentuknya yang silinder dan berwarna kuning keemasan setelah digoreng dianggap menyerupai emas batangan.
Hidangan yang biasanya berisi sayuran dan daging (babi atau udang) ini memiliki filosofi mendalam.
Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa memakan lumpia saat Imlek diibaratkan seperti mendapatkan satu ton emas, yang melambangkan kekayaan dan keberuntungan.
2. Kue Keranjang (Niangao)
Kue bertekstur lengket yang terbuat dari tepung ketan ini adalah hidangan wajib setiap tahun. Nama Niangao berasal dari kata Nian yang berarti tahun dan Gao yang berarti baru atau tinggi.
"Gao" memiliki pelafalan yang sama dengan kata "tinggi" dalam bahasa Mandarin, sehingga hidangan ini dianggap sebagai simbol peningkatan rezeki dan kesuksesan di tahun yang baru.
Kue ini biasanya hadir sebagai hidangan meja makan, hantaran untuk kerabat, hingga persembahan di altar.
3. Ikan (Yu)
Ikan melambangkan kemakmuran dan surplus rezeki. Biasanya, ikan disajikan secara utuh (dikukus dengan jahe dan daun bawang) untuk melambangkan awal dan akhir tahun yang baik. Jenis ikan yang dipilih pun memiliki makna khusus:
- Ikan Lele: Melambangkan tahun surplus.
- Ikan Mas Crucian: Melambangkan keberuntungan.
- Ikan Mas Cina: Bermakna harapan akan nasib baik.
Ada aturan unik saat menyantapnya: dilarang membalik posisi ikan karena dianggap membawa sial.
Untuk mengambil daging di sisi bawah, Anda harus melepaskan tulang punggungnya tanpa memutus kepala dan ekornya.
4. Mi Panjang Umur (Siu Mie)
Ilustrasi berkumpul dengan keluarga dan menyantap hidangan khas Imlek, mi panjang umur yang menjadi salah satu tradisi Imlek.
Sesuai namanya, mi ini melambangkan harapan akan umur yang panjang, kesehatan, dan kebahagiaan. Dalam penyajiannya, mi biasanya ditumis dengan irisan daging ayam atau babi serta sayuran.Cara makannya pun unik. Seseorang harus menyeruput mi secara utuh tanpa terputus. Memutus untaian mi saat mengunyah dianggap sebagai simbol hidup yang dipersingkat atau usia yang pendek.
5. Pangsit (Dumpling)
Selain lumpia, pangsit juga menjadi simbol kekayaan karena bentuknya yang menyerupai batangan perak dan emas kuno. Isiannya beragam, mulai dari daging babi cincang, udang, ikan, hingga daging sapi yang dicampur sayuran.
Etnis Tionghoa percaya bahwa jumlah pangsit yang dimakan berbanding lurus dengan pundi-pundi uang yang akan didapat.
Semakin banyak pangsit yang disantap saat Imlek, semakin banyak pula uang yang akan dihasilkan di tahun mendatang.
6. Kue Ang Ku (Kue Ku)
Kue berwarna merah mencolok ini memiliki bentuk menyerupai tempurung kura-kura. Dalam budaya Tionghoa, kura-kura adalah simbol panjang umur karena hewan ini mampu bertahan hidup hingga ratusan tahun. Dengan memakan Kue Ang Ku, seseorang memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang