Mengenal Nasi Jinggo, Makanan Legendaris Khas Bali yang Diciptakan Men Jinggo
Dunia kuliner baru saja kehilangan sosok perintis yang memiliki andil yang besar terhadap salah satu makanan khas daerah di Indonesia.
Ni Ketut Ngasti atau Men Jenggo, yang dikenal sebagai pelopor Nasi Jinggo meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026).
Wanita yang meninggal di usia 90 tahun ini telah berjasa menciptakan dan menemukan racikan kuliner khas dengan harga terjangkau dan rasa dengan makanan yang masih eksis sampai saat ini.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh putra Men Jenggo yang juga merupakan chef legendaris Indonesia yakni Henry Alexie Bloem.
Rencananya, prosesi pengabenan untuk almarhumah Men Djenggo akan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Mengenal nasi Jinggo dan sejarahnya
Dilansir dari , sebelum adanya nasi jinggo sebagai salah satu kuliner Bali yang terkenal hingga saat ini. Almarhum Ni Ketut Ngasti telah merintis usaha nasi bungkus ini sejak era 1970-an.
Nasi Jinggo merupakan nasi putih, ayam suwir, mie goreng kuning, kering tempe, kacang tanah, serundeng kelapa dan sambel terasi pedas.
Saat itu, ia berjualan di sekitar Pelabuhan Benoa, Denpasar. Dengan porsi dan harga yang terjangkau dibawah Rp 80 per bungkus, nasi ini menjadi primadona kuliner di kalangan pekerja kelas bawah.
Setiap harinya, Men Djenggo mampu membuat 300 hingga 500 bungkus nasi. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu jumlah pembuatan nasi bungkus bisa mencapai 1.000 nasi bungkus jika pesanan dari kapal pesiar banyak yang berlabuh di pelabuhan Benoa.
Menariknya, kata “Jinggo” berasal dari hobi sang suami yakni Buddy Alexie Bloem. Buddy yang merupakan seorang tentara eks KNIL keturunan Belanda-Betawi sangat mengemari film koboi Amerika berjudul Django (1966) yang dibintangi oleh Franco Nera.
Saking senangnya, ia suka sekali memanggil putra kesayangannya dengan sebutan “Djenggo”.
Sesuai dengan tradisi masyarakat Bali, Ni Ketut Ngasti sebagai ibu Henry kemudian dipanggil sebagai Men Djenggo yang berarti “Ibunya Djenggo”. Nama inilah yang kemudian melekat pada nasi bungkus tersebut dan dikenal luas oleh masyarakat luas sebagai nasi jinggo.
Mengenang Men Djenggo sebagai pelopor warisan kuliner Indonesia yang mana cita rasa nasi Jinggo tetap lezat dan terkenang sampai saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang