Permohonan Maaf Lengkap Inara Rusli: Cukup Allah Sebaik-baiknya Saksi

Inara Rusli
Inara Rusli

 Selebgram Inara Rusli akhirnya angkat bicara setelah namanya kembali menjadi pusat perhatian publik akibat tuduhan perzinaan yang belakangan ramai diperbincangkan. 

Ditemani oleh tim kuasa hukumnya, Inara Rusli hadir dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca. Suasana hening seketika ketika ia mulai membaca pernyataan yang telah disiapkan, menandai momen pertama ia tampil secara resmi setelah berbagai spekulasi beredar luas.

Dengan suara yang terdengar jelas bergetar, Inara memulai pernyataannya.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku cuma mau menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi,” kata Inara Rusli, mengutip tayangan YouTube, Sabtu 29 November 2025. 

Inara Rusli nampak mencoba tetap tenang di tengah emosi yang tak terbendung. Ia mengaku memahami bahwa polemik ini menimbulkan keresahan bagi banyak pihak, termasuk keluarganya, rekan-rekan kerja, dan pengikutnya di media sosial.

Dalam lanjutan pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada orang-orang yang masih memberikan kepercayaan di saat banyak pihak meragukannya.

"Dan untuk semua pihak, kalau ada yang masih percaya sama aku, aku berterima kasih dan memohon doanya,” ujarnya.

Meski berada dalam situasi yang penuh tekanan, Inara menegaskan bahwa ia menyerahkan seluruh proses dan kebenaran kepada Tuhan.

"Cukuplah Allah yang menjadi sebaik-baik saksi bagi amalan kita. Terima kasih,” pungkasnya.

Setelah Inara selesai berbicara, tim kuasa hukumnya mengambil alih dengan memberikan sejumlah klarifikasi penting. Mereka menegaskan bahwa beberapa isu yang beredar di media sosial adalah tidak benar, termasuk klaim bahwa Inara merupakan sosok perempuan bercadar dalam sebuah video viral. 

Mereka juga membantah adanya penggunaan gelang pasangan antara Inara dan Insanul Fahmi, yang sebelumnya menjadi bahan spekulasi netizen.

Lebih jauh, pihak kuasa hukum mengungkapkan bahwa mereka telah melayangkan laporan polisi ke Mabes Polri pada 26 November 2025. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan akses ilegal (illegal access) terhadap rekaman CCTV yang dijadikan dasar pelaporan terhadap Inara. 

Mereka menilai tindakan itu melanggar hukum dan merugikan klien mereka secara moral maupun privasi.