Inara Rusli Ngaku Gak Tahu Insanul Fahmi Suami Orang, Deolipa Yumara: Dia Bukan Wanita Lugu
Langkah Inara Rusli melaporkan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya membuka babak baru dari polemik hubungan mereka. Laporan yang dibuat pada Senin 1 Desember 2025 itu terkait dugaan penipuan, setelah Inara mengaku dibohongi karena Insanul menyatakan dirinya berstatus lajang. Pernyataan itu pula yang kemudian memicu kegaduhan hingga isu nikah siri mereka berkembang menjadi kasus hukum.
Namun, keputusan Inara membawa kasus ini ke ranah pidana justru memunculkan respons keras dari praktisi hukum Deolipa Yumara. Dalam unggahan kanal YouTube Rasis Infotainment pada hari yang sama, Deolipa mempertanyakan klaim Inara bahwa ia tidak mengetahui status pernikahan Insanul. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menurutnya, pernyataan Inara yang merasa dibohongi tidak sejalan dengan pengalamannya sebagai perempuan yang pernah menikah dan bercerai.
“Kalau kemudian si Inara merasa dibohongi, sebenarnya kan Inara ini sudah menikah juga. Dia tahu proses-proses pernikahan dan dia juga tahu proses-proses perceraian,” kata Deolipa Yumara, dikutip Rabu 3 Desember 2025.
Ia menambahkan, jika benar Insanul mengaku sudah bercerai, seharusnya Inara bisa dengan mudah meminta bukti legal.
“Setiap pernikahan yang sah menurut undang-undang harus ada akta nikahnya, setiap perceraian yang berdasarkan undang-undang harus ada akta cerainya,” ujarnya.
Lebih jauh, Deolipa mempertanyakan sikap Inara yang disebutnya tidak melakukan verifikasi dasar.
“Pertanyaannya, si Inara sudah tanya belum sama suaminya si Mawa, mana akta cerainya? Harusnya kan itu dulu yang dia tanya,” lanjutnya.
Ia juga menilai bahwa keputusan Inara menikah siri tanpa memastikan status hukum pasangan menunjukkan kelalaian yang tidak wajar.
“Secara wanita normal ketika dia mau menikah lagi dia harus tanya dong mana akta cerainya, kan dia udah pernah menikah, harusnya dia tanya itu dulu baru menikah. Jangan dengar katanya-katanya,” ujar Deolipa.
Deolipa bahkan secara terang-terangan menyebut Inara bukan sosok polos yang tidak memahami prosedur pernikahan.
“Tapi yang jelas, Inara ini bukan orang kemarin sore sebenarnya, jadi karena dia sudah pernah menikah, jadi bukan wanita yang lugu juga,” jelasnya.
Lebih jauh lagi, ia menilai ada unsur kesengajaan dalam keputusan Inara tetap menikah meski status Insanul belum jelas. Menurutnya, tidak mungkin Inara tidak menyadari bahwa akta cerai adalah dokumen wajib.
“Dia udah tahu nih sebenarnya, harusnya ada akta cerai. Ternyata dia enggak nanya itu, berarti kan ada unsur kesengajaan pura-pura tidak tahu. Seolah-olah menjadi wanita yang lugu, kayak wanita yang belum pernah menikah,” tutur Deolipa.
Seiring laporan-laporan saling silang antara Inara, Insanul, dan Wardatina Mawa, kasus ini tampaknya masih jauh dari selesai. Pernyataan Deolipa pun menambah panas perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang paling dirugikan dalam konflik rumah tangga yang kini berubah menjadi drama hukum tersebut.