Sosok Costinel Cosmin Zuleam, Buronan Kakap Rumania yang Nikahi WNI demi Sembunyi di Bali

Tim gabungan dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan Kepolda Bali berhasil meringkus Costinel Cosmin Zuleam (33), buronan kelas kakap asal Rumania yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol.
Pria yang dikenal sebagai individu sangat berbahaya ini ditangkap di wilayah Kerobokan, Denpasar, Bali, pada Kamis (15/1/2026), setelah hampir dua tahun bersembunyi di Pulau Dewata.
Zuleam merupakan otak di balik kasus perampokan sadis dan pembunuhan berencana terhadap pengusaha ternama, Adrian Kreiner, di Sibiu, Rumania, pada November 2023.
Menikah Siri dan Bergantung pada Istri
Selama masa pelariannya di Bali, Zuleam menggunakan strategi "senyap" untuk mengelabui petugas. Ia diketahui hidup sederhana dan menikahi seorang warga negara Indonesia (WNI) secara siri.
Kabag Jaringan Transnasional (Kabagjatranin) Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol Ricky Purnama, mengungkapkan bahwa istri siri Zuleam sama sekali tidak mengetahui latar belakang suaminya sebagai buronan paling dicari di Eropa.
"Pada saat kita lakukan penangkapan, kita dapati status yang bersangkutan telah menikah siri dengan warga negara Indonesia. Istrinya tidak mengetahui bahwa status dia adalah pelarian," ujar Ricky di Mapolda Bali, Selasa (20/1/2026) malam.
Untuk menutupi jejaknya, Zuleam tidak bekerja dan menggantungkan seluruh biaya hidupnya kepada sang istri.
"Dia berusaha untuk tidak terlalu mencolok. Jadi yang berpenghasilan justru pasangannya. Istrinya ini yang menjadi support system kehidupan dia selama pelarian," tambah Ricky.
Kronologi Kejahatan Sadis di Rumania
Ilustrasi Kriminal. Tim gabungan dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan Kepolda Bali berhasil meringkus Costinel Cosmin Zuleam (33), buronan kelas kakap asal Rumania yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol.
Aksi kriminal yang membawa Zuleam ke daftar Red Notice Interpol terjadi pada 6 November 2023.Bersama dua rekannya, Zuleam menyusup ke rumah pengusaha Adrian Kreiner di kota Sibiu dengan mengenakan penutup wajah (balaclava).
Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menjelaskan betapa brutalnya aksi kelompok ini.
"Tersangka bersama dua komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, melakukan penyiksaan ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia, dan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api," kata Mulyawarman.
Para pelaku mengikat korban hingga menderita kesakitan hebat sebelum akhirnya meninggal di rumah sakit.
Dari rumah tersebut, mereka menggasak 16 jam tangan mewah senilai 200.000 euro atau setara Rp 3,97 miliar.
Setelah kejadian, Zuleam melarikan diri ke luar negeri, sementara dua rekannya berhasil ditangkap di Irlandia dan Skotlandia dan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Terdeteksi Lewat Media Sosial
Pelarian Zuleam ke Indonesia dimulai pada 14 November 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia sempat menetap di Jakarta sebelum pindah ke Bali, lokasi yang pernah ia kunjungi untuk berlibur pada tahun 2018.
Keberadaannya mulai terendus saat Bagian Kejahatan Internasional Set NCB Interpol Indonesia memantau aktivitas di akun Facebook milik tersangka.
Meski sudah dinyatakan overstay sejak 2023, Zuleam tetap berupaya menyamar sebagai wisatawan.
"Tersangka dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi, menjadi target utama perburuan internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023," tegas Mulyawarman.
Pemulangan ke Rumania
Setelah dilakukan operasi pengintaian selama tiga hari, Zuleam akhirnya tak berkutik saat disergap tim gabungan. Pada Selasa (20/1/2026) malam, tersangka langsung dideportasi dan dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan pengawalan ketat.
Atas kejadian ini, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap warga asing yang mencurigakan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap WNA yang menawarkan kerja sama bisnis, investasi, hingga hubungan personal yang mencurigakan," tutup Ariasandy.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang