Mengenal Roger Allers, Sosok Visioner di Balik Kejayaan The Lion King
Kepergian Roger Allers bukan sekadar kabar duka, melainkan momen refleksi bagi dunia animasi global. Nama Allers mungkin tidak selalu berada di depan layar, namun sentuhan kreatifnya telah membentuk masa kecil jutaan orang di berbagai belahan dunia. Sutradara di balik kesuksesan The Lion King (1994) ini meninggal dunia pada usia 76 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam sejarah animasi modern.
Kabar wafatnya Roger Allers dikonfirmasi oleh Dave Bossert, supervisor efek visual senior Disney sekaligus sahabat dekatnya. Melalui unggahan di media sosial yang dikutip Variety, Bossert mengenang Allers sebagai seniman berdedikasi yang menjadi bagian penting dari kebangkitan animasi Disney pada era 1990-an. Bahkan, Allers disebut masih sempat bertukar email dengannya beberapa hari sebelum wafat saat melakukan perjalanan ke Mesir. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Profil Roger Allers
Roger Allers
Roger Allers dikenal sebagai sosok yang tidak hanya piawai dalam teknis animasi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang kekuatan cerita dan emosi. Bersama Rob Minkoff, ia menyutradarai The Lion King, film animasi yang kemudian menjelma menjadi salah satu mahakarya terbesar Disney sepanjang masa. Dirilis pada 1994, film ini meraih pendapatan global sekitar 771 juta dolar AS, angka fantastis pada masanya.
Lebih dari sekadar angka box office, The Lion King menjadi fenomena lintas generasi. Kisah Simba, Mufasa, dan perjalanan menemukan jati diri terus hidup hingga puluhan tahun kemudian. Hal itu terbukti lewat versi live-action tahun 2019 yang mencetak pendapatan sekitar 1,6 miliar dolar AS dan masuk jajaran film terlaris sepanjang sejarah perfilman dunia.
Di luar The Lion King, kontribusi Roger Allers di dunia animasi terbilang luas. Ia menyutradarai film Open Season (2006) serta film pendek The Little Matchgirl yang sempat masuk nominasi Oscar. Sebagai penulis dan pengembang cerita, sentuhan Allers juga terasa dalam film-film populer seperti Aladdin, The Emperor’s New Groove, dan Brother Bear. Ia bahkan terlibat dalam pengembangan The Lion King 1½, yang dirilis dalam format home video.
Dave Bossert mengenang Allers sebagai pribadi yang hangat, penuh rasa ingin tahu, dan selalu membawa energi positif dalam setiap kolaborasi. Ia dikenal murah hati dalam berbagi ide dan mampu menciptakan suasana kerja yang inspiratif bagi tim di sekitarnya.