Kereta Cepat di Spanyol Adu Banteng, 21 Orang Tewas-Puluhan Luka Parah
Sedikitnya 21 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka parah akibat tabrakan dua kereta di provinis Cordoba, wilayah selatan Spanyol pada Minggu, 18 Januari 2026. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez menyebut peristiwa tersebut sebagai "malam yang penuh duka cita" bagi negara itu.
Menurut badan perkeretaapian Spanyol, Adif, insiden itu berawal dari sebuah kereta cepat yang melaju dari Málaga menuju Madrid tergelincir di dekat Adamuz, berpindah ke jalur berlawanan, lalu menabrak kereta dari arah sebaliknya yang juga mengalami anjlok. Kereta rute Madrid–Huelva yang berada di jalur bersebelahan turut tergelincir.
Adif menyatakan kecelakaan terjadi sekitar 10 menit setelah kereta cepat milik operator swasta Iryo berangkat dari Málaga menuju Madrid pada pukul 18.40 waktu setempat (17.40 GMT).
"Kami telah menerima panggilan dari orang-orang yang melaporkan bahwa ada yang terluka dan terjebak," kata juru bicara layanan darurat Andalusia kepada AFP.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol kemudian mengonfirmasi bahwa 21 orang meninggal dunia. Menteri Transportasi Oscar Puente mengatakan pada Senin dini hari bahwa 30 orang lainnya mengalami luka parah.
Sebelumnya, laporan dari stasiun penyiaran milik negara menyebutkan jumlah korban luka mencapai 100 orang.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun penyiaran publik RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama terbalik sepenuhnya. Tayangan televisi memperlihatkan petugas medis dan pemadam kebakaran bekerja di lokasi kejadian.
Seorang jurnalis stasiun penyiaran publik RNE yang berada di salah satu kereta menggambarkan benturan tersebut terasa seperti “gempa bumi”. Ia mengatakan para penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela dan keluar dari gerbong.
Seorang penumpang bernama Carmen menulis di X bahwa ia berada di kereta Málaga–Madrid. "Sepuluh menit setelah berangkat [dari Córdoba] kereta mulai berguncang hebat, dan tergelincir dari gerbong enam di belakang kami. Lampu padam," tulisnya.
Rekaman video yang diunggah penumpang lain dari kereta Iryo di X memperlihatkan seorang petugas Iryo mengenakan jaket berpendar menginstruksikan penumpang agar tetap duduk di dalam gerbong yang gelap, serta meminta mereka yang memiliki pelatihan pertolongan pertama untuk membantu penumpang lain.
Petugas tersebut juga memberi tahu bahwa evakuasi akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman, seraya menekankan bahwa saat itu tempat paling aman adalah tetap berada di dalam kereta. Ia juga meminta penumpang menghemat baterai ponsel untuk digunakan sebagai senter saat evakuasi.
"Di gerbong kami, kami baik-baik saja, tetapi kami tidak tahu tentang gerbong lain. Ada asap dan mereka memanggil dokter," tulis penumpang tersebut.
Media Spanyol melaporkan sekitar 400 orang berada di kedua kereta yang terlibat kecelakaan.
Presiden wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menyatakan rumah sakit di wilayahnya siap menerima pasien dari Andalusia jika dibutuhkan.
Iryo merupakan operator kereta api swasta yang dikelola Italia. Hingga kini, perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Adif menangguhkan seluruh layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia menyusul insiden tersebut. (guardian)