Kepala Pelni Ambon Diamuk Buruh Pelabuhan Yos Soedarso, Apa Sebabnya?

Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heriyanto menjadi sasaran amukan massa buruh
Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heriyanto menjadi sasaran amukan massa buruh

Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heriyanto menjadi sasaran amukan massa buruh Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, pada Senin, 12 Januari 2026.  Marthin nyaris dianiya sejumlah buruh pelabuhan, saat ia bersama petugas TNI-Polri berusaha mencoba melerai mereka yang melakukan aksi protes di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku. 

Insiden ini terjadi ketika sejumlah calon penumpang arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026 tidak memiliki tiket, serta sebagian tiket penumpang lainnya tidak sesuai dan kardarwasa, namun memaksa tetap naik ke atas kapal.

Selain itu, sebagian penumpang lainnya ketinggalan kapal padahal sudah diinformasikan dua jam sebelum keberangkatan kapal, namun mereka tetap memaksa untuk naik ke kapal KM Ciremai yang dibantu buruh pelabuhan. 

KM Ciremai lepas jangkar dan berangkat sesuai jadwal yang membuat pekerja buruh pelabuhan loncat dari atas kapal agar tidak tercebur ke laut dan terbawa kapal tujuan Kota Sorong, Manokwari, Serui dan Jayapura. Jumlah penumpang kapal saat itu sebanyak 619 orang.

Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heriyanto menjadi sasaran amukan massa buruh

Menurut Marthin, Pelni tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan para penumpang dan awak kapal dengan mematuhi ketentuan kapasitas penumpang sesuai regulasi Kementerian Perhubungan dan otoritas pelabuhan.

"Tidak benar adanya instruksi dari saya terkait sejumlah pekerja buruh Pelabuhan yang loncat dari atas kapal saat kapal Ciremai diberangkatkan dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, hingga terjadi miskomunikasi antara buruh dengan kami petugas Pelni," kata Kepala Pelni Cabang Ambon, Marthin Heriyanto, saat dikonfirmasi Senin malam.

Marthin menjelaskan sebebelum kapal diberangkatkan sudah ada bunyi suling kapal sebanyak tiga kali sebagai tanda kapal akan segera diberangkatkan, namun mereka mengabaikan pemberitahuan informasi keberangkatan kapal tersebut. 

Gara-gara buruh pelabuhan meloncat dari atas kapal lantaran kapal segera berangkat itu, memicu ratusan buruh lainya mengamuk hingga nyaris memukulnya. 

Beruntung saat amukan massa terjadi, Marthin cepat dilarikan oleh petugas TNI-Polri yang bertugas di pelabuhan dan membawahnya ke polsek pelabuhan untuk menghindari dari amukan massa setempat. 

Namun, saat petugas hendak mengamankan kepala Pelni tersebut, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dari ratusan buruh pelabuhan dan terjadi aksi protes di depan Polsek Kawasan Yos Sudarso Ambon. Massa yang terlanjut marah, melempari petugas yang mengevakuasi kepala Pelni Ambon. 

Massa semakinanarkis hingga melempari Kapal Pelni KM Ciremai menggunakan alat tajam, botol plastik ke arah kapal saat bertolak dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Hingga saat ini, dari pihak Pelni masih mengumpulkan alat bukti berupa kamera pemgawasan atau cctv terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ratusan Buru Pelabuhan setempat. 

"Pelni menghimbau kepada warga yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut agar membeli tiket ditempat penjualan tiket yang resmi dan tepat sasaran agar tidak hal-hal yang diinginkan merugikan diri sendiri dan orang lain," tuturnya. 

Reporter: Usman Mahu/ tvOne