Pelabuhan Melak Kaltim Masih Lumpuh karena BBM Subsidi, Buruh dan ABK Menganggur
Aktivitas di Pelabuhan Melak, Kabupaten Kutai Barat, masih lumpuh sejak 22 Januari 2026.
Selama 10 hari terakhir, kapal penumpang dan kapal distribusi barang rute Melak–Samarinda berhenti beroperasi total akibat terhentinya pasokan BBM bersubsidi.
Kepala UPT Pelabuhan Melak, Yunus Parwito, mengatakan hingga Senin (2/2/2026) sore belum ada tanda-tanda kapal kembali beroperasi.
"Sampai hari ini belum ada kapal barang maupun penumpang yang beroperasi di Dermaga Melak. Semua kapal masih bersandar di Samarinda. Kami belum bisa memastikan kapan jadwal kembali normal," ujar Yunus, dikutip dari Tribun Kaltim, Selasa.
Ia menjelaskan, hingga sore hari tidak satu pun kapal berangkat dari Dermaga Melak. Kapal-kapal rute Melak–Samarinda masih tertahan di Samarinda, sementara layanan penumpang hanya mengandalkan speedboat.
"Kalau penumpang masih dilayani speedboat. Untuk kapal besar dan distribusi barang belum ada kepastian," kata Yunus.
Buruh pelabuhan terpaksa menganggur
Kelumpuhan aktivitas pelabuhan berdampak langsung pada ratusan pekerja, terutama buruh bongkar muat yang menggantungkan penghasilan dari arus keluar-masuk kapal logistik.
"Bongkar muat tidak ada, sehingga pekerja pelabuhan terpaksa menganggur," kata Yunus.
Ia mengatakan, tidak adanya aktivitas bongkar muat membuat pekerja pelabuhan berhenti bekerja sementara waktu.
ABK kehilangan penghasilan
Ketua Organisasi Angkutan Mahakam Ulu (Orgamu), Husaini Anwar, mengatakan dampak mogoknya kapal juga dirasakan oleh anak buah kapal (ABK).
Banyak ABK memilih pulang karena tidak ada aktivitas pelayaran.
"Sejak 24 Januari, buruh sudah kehilangan penghasilan dan ABK memilih pulang. Kami diminta melengkapi berkas sesuai aturan baru BPH Migas, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan BBM diterima," kata Husaini, dikutip dari Tribun Kaltim, Senin.
Ia menyebut, para pemilik kapal masih menunggu terbitnya rekomendasi resmi BBM bersubsidi.
Hingga kini, BBM tersebut belum dapat diterima meski pengajuan administrasi telah dilakukan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Kapal Sungai Mahakam Belum Berlayar, Distribusi Barang Terhambat, Penumpang Terpaksa Naik Speedboat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang