Polres Tangsel Diserang Hoax Saat Gencar Berantas Narkoba

Ilustrasi hoax.
Ilustrasi hoax.

Maraknya penyebaran berita bohong atau hoax yang menyerang integritas Polres Tangerang Selatan dalam penanganan kasus narkoba, disorot Organisasi BISON Indonesia.

Mereka menilai informasi menyesatkan tersebut berpotensi mengganggu komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkotika.

Ketua Harian BISON Indonesia, Ahmad Rifaldi, mengatakan munculnya narasi negatif terhadap Polres Tangsel tidak berdiri sendiri. Ia menilai ada upaya sistematis dari pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan institusi kepolisian, seiring gencarnya pengungkapan kasus narkoba di wilayah tersebut.

"Serangan informasi yang tidak berdasar ini merupakan bentuk perlawanan balik dari para bandar atau kelompok yang merasa terganggu oleh gencarnya operasi 'Brantas Tuntas' yang dilakukan aparat," kata Rifaldi, Kamis, 18 Desember 2025.

Rifaldi mengecam keras penyebaran narasi menyesatkan di media sosial maupun media online yang dinilainya menyudutkan Polres Tangerang Selatan tanpa didukung bukti yang valid.

"Hal ini dianggap sebagai upaya pembentukan opini negatif untuk mengaburkan fakta keberhasilan pengungkapan kasus besar," katanya.

Ia juga menilai penyebaran hoax tersebut merupakan bentuk upaya pelemahan penegakan hukum. Menurutnya, serangan informasi itu bertujuan mengganggu fokus penyidik sekaligus mendelegitimasi kepercayaan publik terhadap Polri, sehingga proses pengembangan kasus hingga menyentuh bandar besar menjadi terhambat.

Dalam pernyataannya, Rifaldi menyatakan BISON Indonesia memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polres Tangerang Selatan agar tetap konsisten menjalankan penegakan hukum.

"BISON Indonesia memberikan dukungan moral sepenuhnya kepada Kapolres Tangsel dan jajarannya untuk terus konsisten melakukan tindakan tegas dan terukur," tuturnya.

Rifaldi juga meminta aparat kepolisian tidak gentar menghadapi propaganda hitam yang tengah berkembang. Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dinilai sengaja dihembuskan untuk melindungi jejaring narkoba.

"Kami melihat pola yang jelas, saat kepolisian mulai menyentuh titik krusial peredaran narkoba, maka serangan hoax mulai muncul. Ini adalah psy-war dari para pelaku kriminal. BISON Indonesia berdiri di belakang Polres Tangsel untuk memastikan perang melawan narkoba tidak boleh kalah oleh fitnah," ujar Rifaldi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya Polri dalam memberantas peredaran narkoba.

"Kartel narkoba sedang mencoba 'membeli' opini publik melalui hoax karena mereka gagal membeli hukum. Jangan biarkan mereka menang! Kami menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan di belakang Polri," tutur Rifaldi.