Bagai Langit dan Bumi, Segini Gaji Bulanan di Kota Terkaya vs Termiskin Dunia
Perbedaan tingkat gaji antar kota di dunia kerap terasa mencolok, bahkan untuk pekerjaan dengan tingkat keahlian yang serupa. Itulah mengapa tinggal dan bekerja di kota tertentu bisa membuat pendapatan bulanan terlihat berlipat ganda dibanding kota lain, bukan semata karena jabatan, melainkan juga karena struktur ekonomi, biaya hidup, dan kekuatan mata uang lokal.
Berikut ini gambaran gaji bulanan rata-rata di kota-kota besar dunia pada 2025. Data tersebut diambil dari Numbeo melalui Deutsche Bank. Data yang digunakan bersumber dari Numbeo, yang sebagian besar bersifat crowdsourced dan kurang dari 10 persen dikumpulkan secara manual.
Kondisi ini membuat hasilnya bisa dipengaruhi oleh siapa yang melaporkan dan kapan laporan tersebut masuk, terutama di kota-kota dengan pasar tenaga kerja yang berubah cepat. Berikut informasi lengkapnya, sebagaimana dirangkum dari Visual Capitalist, Minggu, 14 Desember 2025.
Kota dengan Gaji Bulanan Tertinggi
Pegunungan di Jenewa, Swiss
Pada 2025, kota-kota di Swiss kembali mendominasi posisi teratas dalam peta gaji global. Geneva mencatat gaji bulanan rata-rata sebesar US$7.984 atau setara Rp132.534.400, menjadikannya kota dengan pendapatan tertinggi dalam data ini. Zurich menyusul sangat dekat dengan angka US$7.788 atau setara Rp129.280.800 per bulan.
Di luar Eropa, San Francisco menempati posisi teratas untuk kota di Amerika Serikat dengan gaji rata-rata US$7.092 atau setara Rp117.727.200. Meski demikian, kota ini justru mengalami penurunan gaji sebesar 10,6 persen dalam lima tahun terakhir, mencerminkan dinamika pasar tenaga kerja pascapandemi.
Lapisan berikutnya diisi oleh pusat keuangan dan pendidikan ternama. Luxembourg mencatat gaji bulanan rata-rata US$6.156 atau setara Rp102.189.600, sementara Boston berada di angka US$5.940 atau setara Rp98.604.000. Chicago dan New York juga masih bertahan di jajaran 10 besar dunia, masing-masing dengan gaji US$5.203 atau setara Rp86.369.800 dan US$5.128 atau setara Rp85.124.800.
Kota-kota dengan gaji tertinggi ini umumnya memiliki kesamaan karakteristik, yakni dominasi industri bernilai tinggi seperti keuangan, teknologi, dan jasa profesional, pasar tenaga kerja yang ketat, serta biaya hidup yang mahal. Kombinasi faktor tersebut secara alami mendorong upah nominal ke level yang jauh lebih tinggi dibanding kota lain.
Kota dengan Gaji Bulanan Terendah
Pemandangan Kota Kairo, Mesir, dari citadel/ benteng Sultan Saladin
Di sisi berlawanan, sejumlah kota besar di negara berkembang masih mencatat gaji bulanan rata-rata di bawah US$1.000 pada 2025. Kairo berada di posisi terbawah dengan gaji hanya US$165 atau setara Rp2.739.000 per bulan. Angka ini menegaskan betapa jauhnya jarak pendapatan antara pusat ekonomi maju dan berkembang.
Bogotá mencatat gaji rata-rata US$375 atau setara Rp6.225.000, sementara Rio de Janeiro berada di angka US$439 atau setara Rp7.287.400 per bulan. Meski merupakan kota metropolitan dengan populasi besar dan peran ekonomi penting di negaranya masing-masing, nilai gaji dalam dolar AS tetap terlihat sangat rendah dibanding kota-kota di Eropa Barat atau Amerika Utara.
Dalam periode 2020 hingga 2025, hanya tujuh dari 69 kota yang mengalami penurunan gaji dalam denominasi dolar AS, namun penurunannya cukup signifikan. Kairo mencatat penurunan terdalam sebesar 40,1 persen. Tokyo juga mengalami penurunan 13,1 persen meski berasal dari negara dengan status ekonomi maju.
Salah satu faktor utama di balik penurunan ini adalah pelemahan nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar AS. Dalam lima tahun terakhir sejak 2020, pound Mesir melemah sekitar 66 persen terhadap dolar AS, sementara yen Jepang terdepresiasi sekitar 30 persen. Akibatnya, gaji yang dikonversi ke dolar tampak menyusut meskipun secara nominal lokal tidak selalu turun.
New York juga mencatat penurunan yang mencolok, dari US$6.023 atau setara Rp99.981.800 pada 2020 menjadi US$5.128 atau setara Rp85.124.800 pada 2025, atau turun sekitar 14,9 persen. San Francisco pun mengalami penurunan absolut sebesar US$839 atau setara Rp13.927.400 dalam periode yang sama.
Di tengah tren penurunan tersebut, beberapa kota justru mencatat lonjakan besar dalam lima tahun terakhir. Warsawa mencatat kenaikan 95,3 persen, disusul Istanbul sebesar 94,5 persen dan Bangalore sebesar 80,7 persen. Namun lonjakan persentase ini berangkat dari basis gaji yang relatif rendah, sehingga belum otomatis menempatkan kota-kota tersebut ke jajaran pendapatan tertinggi dunia.
Secara keseluruhan, peta gaji global 2025 memperlihatkan dunia dengan dua kecepatan. Di satu sisi, pusat-pusat ekonomi mapan dengan gaji tinggi terus mencatat kenaikan absolut yang besar. Di sisi lain, kota-kota berkembang menunjukkan pertumbuhan cepat secara persentase, tetapi masih membutuhkan waktu panjang untuk benar-benar mengejar ketertinggalan dari kota-kota kaya dunia.