Topan Ragasa 'Mendarat' di China Usai Tewaskan 17 Orang di Taiwan

Ilustrasi badai/topan di daratan China
Ilustrasi badai/topan di daratan China

 Topan Ragasa telah mendarat di Tiongkok selatan, Rabu, 24 September 2025, sementara dua juta orang telah dievakuasi sebagai upaya mitigasi kedaruratan dari topan paling mematikan di dunia itu. Upaya evakuasi di Tiongkok selatan dilakukan setelah pihak berwenang mengatakan setidaknya 17 orang tewas dan lebih banyak lagi yang hilang di Taiwan, setelah sebuah danau meluap pada hari Selasa, menyebabkan banjir parah di bagian timur pulau itu. Topan Ragasa mendarat di pesisir Pulau Hailing, Kota Yanjiang di Guangdong sekitar pukul 17.00 waktu setempat (09.00 GMT) pada hari Rabu, menurut media pemerintah Tiongkok.

Ilustrasi badai.

Ilustrasi badai.


Setara dengan badai Kategori 5, Ragasa adalah badai terkuat di dunia tahun ini dan telah mengamuk di Laut China Selatan selama berhari-hari. Menjelang pendaratan badai, 90 orang terluka di Hong Kong saat badai tersebut melewati garis pantainya, kata otoritas rumah sakit. Topan tersebut melintasi daratan dengan kecepatan angin berkelanjutan 144 km/jam dan hembusan yang lebih kencang. Kecepatan angin diperkirakan akan melemah secara bertahap seiring badai bergerak ke arah barat di atas daratan, tetapi hujan akan turun deras dan bergerak lambat di wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan. Meski status Ragasa diturunkan dari topan super menjadi topan parah pada hari Rabu, tetapi dampaknya tetap sangat merusak, dengan kecepatan angin tertinggi 241 km/jam (150 mph) tercatat mendarat di wilayah Taishan di provinsi Guangdong, Tiongkok tenggara. Kota-kota di Tiongkok selatan, Zhuhai, Shenzhen, dan Guangzhou - semuanya terletak di Guangdong - bersiap menghadapi intrusi air laut sejak sekitar tengah hari waktu setempat. Di Zhuhai, polisi berpatroli di jalan-jalan dengan sirene dan megafon, mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah. Peringatan bahaya tanah longsor juga dikeluarkan di wilayah pegunungan di Provinsi Guangdong. Seluruh aktivitas produksi, sekolah, transportasi umum dan operasi bisnis dihentikan pada hari Rabu di beberapa wilayah Provinsi Guangdong, China selatan saat Topan Ragasa mendekat. Menurut kantor pusat pengendalian banjir, kekeringan, dan topan di Zhanjiang, sekolah-sekolah menangguhkan kegiatan belajar mengajar sejak Selasa sekitar pukul 15.00 waktu setempat sebagai langkah pencegahan. Mulai Rabu pukul 15.00, kegiatan kerja, produksi, transportasi umum, dan bisnis di seluruh Zhanjiang juga akan ditangguhkan. Departemen yang menangani air, listrik, gas, komunikasi, perawatan medis, dan tanggap darurat disebut akan tetap beroperasi. Otoritas setempat juga mengimbau agar semua kegiatan lainnya yang dapat menimbulkan risiko keselamatan atau membahayakan personel ditangguhkan akibat topan tersebut. Topan Ragasa, topan ke-18 tahun ini, memasuki Laut China Selatan pada Senin, 22 September 2025 malam dan berada sekitar 170 kilometer di sebelah tenggara Yangjiang pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat. Topan itu diperkirakan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 20 km per jam dan mendarat pada Rabu malam di sepanjang wilayah pesisir antara Yangjiang dan Zhanjiang. Pusat Meteorologi Nasional China pada Rabu mempertahankan peringatan oranye, peringatan tertinggi kedua dalam sistem peringatan cuaca empat tingkat berkode warna di China, karena topan tersebut diperkirakan akan disertai hujan lebat dan angin kencang.