Bom Bunuh Diri Tewaskan 12 Orang di Islamabad, PM Pakistan Tuduh India Pelakunya
Sebuah ledakan – ditengarai serangan bom bunuh diri, terjadi di area parkir pengadilan distrik di Islamabad, Pakistan, Selasa, 11 November 2024. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dan 27 lainnya luka-luka, menurut Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi.
"Pelaku bom bunuh diri menargetkan kendaraan polisi karena tidak bisa masuk ke kompleks," kata Naqvi kepada wartawan di lokasi kejadian. "Upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku,"
Ledakan terjadi di dekat pintu masuk utama Pengadilan Distrik dan Sesi Islamabad, area yang sering dipenuhi pengacara, penggugat, dan personel polisi. Ledakan itu memicu suasana di lokasi menjadi chaos, sementara petugas tanggap darurat bergegas membantu para korban luka.
"Kami sedang menyelidiki jenis ledakan itu," kata seorang juru bicara kepolisian "Kami akan dapat memberikan detail lebih lanjut setelah kami mendapatkan laporan dari tim forensik kami."
Aparat keamanan mengatakan kepada Anadolu bahwa jenazah 12 korban, sebagian besar warga sipil, telah dibawa ke rumah sakit setempat, sementara korban luka mendapat perawatan darurat.
Polisi dan tim darurat menutup area tersebut dan memulai penyelidikan.
Presiden Asif Zardari mengecam serangan itu dan mengatakan teroris "yang disponsori asing" di Pakistan harus ditumpas.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengecam serangan itu dan menuduh India "menyebarkan terorisme di kawasan melalui kaki tangannya."
"Sudah saatnya dunia mengecam konspirasi jahat India semacam itu," kata Sharif, seraya menambahkan bahwa serangan itu "dilakukan dari wilayah Afghanistan dengan dukungan India."
Belum ada tanggapan langsung dari India atas pernyataan Sharif tersebut.
Namun, India sebelumnya telah membantah tuduhan semacam itu di masa lalu.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri pemerintahan sementara Afghanistan menyampaikan "duka mendalam dan kecaman" atas ledakan di Islamabad serta serangan di Wana, Pakistan barat laut.
Sumber keamanan mengatakan pasukan tengah melakukan operasi terhadap tiga militan yang bersembunyi di sebuah gedung di Wana Cadet College.
Sekitar 500 taruna tinggal di asrama di kompleks kampus itu, yang terpisah dari gedung tempat militan bersembunyi di Waziristan Selatan, menurut sang sumber.
Naqvi mengatakan tiga orang telah tewas dalam operasi tersebut.