Teror Bom di Sekolah, DPR: Serangan terhadap Institusi Pendidikan dan Rasa Aman

Teror Bom di Sekolah, DPR: Serangan terhadap Institusi Pendidikan dan Rasa Aman

Teror bom terhadap sejumlah sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Tiga sekolah yang menjadi sasaran adalah Mentari Intercultural School, Jakarta Nanyang School, dan North Jakarta Intercultural School (NJIS).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, menegaskan bahwa ancaman teror bom terhadap institusi pendidikan internasional merupakan serangan terhadap rasa aman publik yang tidak bisa ditoleransi.

“Teror, meski tanpa ledakan, tetap melukai rasa aman publik,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/10).

Dede meminta Polri memperkuat keamanan siber untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk dengan melakukan deteksi dini terhadap potensi teror di dunia digital.

“Perlu ada penguatan unit keamanan siber dan deteksi dini terhadap ancaman digital lintas negara,” ujar politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X itu juga menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang menebar ketakutan di tengah masyarakat.

“Penegakan hukum harus cepat dan tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelaku teror maupun penyebar ketakutan publik,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku diketahui mengirimkan ancaman disertai permintaan uang tebusan sebesar USD 30 ribu. Namun hasil penyelidikan memastikan tidak ditemukan bahan peledak di lokasi mana pun.

Polisi menduga pelaku berada di luar negeri dan saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap identitas serta motifnya.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa situasi di Jakarta dan sekitarnya tetap aman dan terkendali, serta meminta masyarakat untuk tidak panik. (Tka)