Ledakan Mobil di New Delhi Tewaskan 13 Orang, India Gelar Razia Besar-besaran
Jumlah korban tewas akibat ledakan mobil di dekat Benteng Merah atau Red Fort terletak di kawasan Old Delhi – yang merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di kota tersebut, menjadi 13 orang dengan belasan lainnya luka-luka.
Melansir NDTV, ledakan terjadi pada Senin malam, di dekat pintu masuk nomor 1 Stasiun Metro Red Fort (Lal Quila) di Delhi pada pukul 18.55 waktu setempat atau 13.25 GMT (20:25 WIB).
Akibat ledakan tersebut, beberapa mobil di sekitar lokasi terbakar dan mengalami kerusakan. Sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, sementara kepolisian menutup seluruh area dan membatasi arus lalu lintas di sekitarnya.
Data terbaru menyebutkan 11 orang mengalami luka-luka dan 13 orang tewas. Hingga kini, penyebab ledakan masih belum diketahui.
Setelah insiden tersebut, otoritas New Delhi menetapkan status siaga tinggi di seluruh ibu kota.
Negara bagian Punjab di India, yang berbatasan langsung dengan Pakistan, memperketat langkah-langkah keamanan setelah terjadi ledakan mobil di New Delhi, sebagaimana dilaporkan harian The Hindu yang mengutip data kepolisian setempat.
"Kepala kepolisian dan para inspektur diminta tetap siaga tinggi. Petugas kepolisian telah dikerahkan ke area rawan di sepanjang perbatasan, serta meningkatkan pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang-orang yang mencurigakan," demikian pernyataan kepolisian setempat yang dikutip surat kabar tersebut.
Menurut The Hindustan, kepolisian di negara bagian Haryana, yang bersebelahan dengan Punjab, juga berada dalam status siaga tinggi. Petugas memeriksa transportasi umum, area parkir, hotel, dan kendaraan di perbatasan negara bagian.
Sebelumnya, NDTV melaporkan bahwa kepolisian India telah menahan pemilik mobil yang meledak pada Senin malam di New Delhi.
Pemilik awal mobil diketahui bernama Mohammad Salman, tinggal di Gurugram, Haryana. Berdasarkan penyelidikan awal, mobil itu dibeli Salman pada 2013 dan dijual ke pria lain di New Delhi, yang kemudian juga menjualnya kembali. Kedua orang tersebut kini telah ditahan untuk dimintai keterangan.
Meski kepemilikan kendaraan telah berpindah tangan, mobil masih terdaftar atas nama Salman dan menggunakan pelat nomor Haryana, sebagaimana dilaporkan sejumlah media lokal.
Polisi membuka penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA) — aturan utama India dalam memberantas terorisme — serta Undang-Undang Bahan Peledak. Langkah ini menunjukkan bahwa ledakan diperlakukan sebagai dugaan aksi teror, meski penyebab pasti dan pelaku utama masih diselidiki.