Media Korsel Rilis Video Shin Tae-yong Tampar Pemain Ulsan HD, KFA Bantu Penyelidikan
Mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kini menjadi sorotan di media Korea Selatan.
Hal ini terkait dengan tuduhan kekerasan terhadap Jung Seung-hyun, bek Ulsan HD.
Jung mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditampar oleh Shin Tae-yong. Seperti diketahui, Shin Tae-yong memang sempat melatih Ulsan HD.
Namun, kebersamaan STY dengan Ulsan HD cuma seumur jagung, persisnya dua bulan. Ia dipecat pada Oktober 2025 seiring hasil-hasil buruk.
Rekaman video Shin Tae-yong melakukan kontak fisik dengan pemainnya belakangan ini dirilis oleh media Korea Selatan, JoongAng Ilbo.
Beberapa waktu lalu, Jung Seung-hyun sendiri mengaku terkejut dengan penyebaran video tersebut.
Ia mengatakan bahwa insiden serupa sering terjadi, namun memilih agar kapten tim Ulsan dan klub memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Saya mendengar tim kapten, Lee Chung-yong dan klub akan merilis pernyataan," ungkap Jung.
"Saya tidak tahu persis bagaimana video itu beredar, tetapi banyak orang khawatir, dan orang tua saya kesal, ketika saya mengalaminya, saya merasa sangat bersalah."
"Saya merasa sangat bersalah ketika mengalaminya, saya bahkan berpikir 'apakah ini benar?" tuturnya.
Jung menambahkan bahwa banyak situasi serupa yang terjadi, yang menurutnya tidak seharusnya terjadi di zaman sekarang.
"Pelecehan seksual atau fisik tetaplah pelecehan jika korban melihatnya demikian," tegas Jung.
Kasus ini dikabarkan tengah diselidiki lebih lanjut oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan, KFA.
"Kami belum menerima tanggapan dari Ulsan. Kami belum memulai prosedur disiplin, tetapi hanya menyelidiki fakta-fakta kasus ini," tutur seorang pejabat KFA pada tanggal 15 Desember, dilansir dari Nate.
Eks pelatih timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Bantahan dari STY
Shin Tae-yong baru-baru ini memberikan klarifikasi mengenai perihal ini.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengakui tindakan penamparan namun menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyakiti, melainkan sebagai bentuk kasih sayang kepada pemain.
Shin juga menunjukkan kedekatannya dengan Jung Seung-hyun, yang pernah bermain di Olimpiade dan Piala Dunia.
"Dia adalah pemain yang saya sayangi dan saya temui sampai meninggalkan Ulsan," ungkap Shin.
Shin Tae-yong juga meminta maaf jika Jung merasa tersakiti dan berharap dapat bertemu untuk menyelesaikan masalah ini.
"Saya rasa ekspresi saya agak berlebihan karena dia adalah pemain yang saya sayangi seperti murid," tambahnya.
Shin juga menjelaskan bahwa tidak mungkin dia berani menyerang pemain saat pertemuan pertama mereka.
Namun jika Jung merasa tidak nyaman, Shin dengan tulus meminta maaf.
Di sisi lain, Shin juga pernah menunjukkan tindakan serupa saat melatih timnas Indonesia. Ramadhan Sananta menjadi salah satu pemain yang pernah terkena jeweran.
Para pemain timnas Indonesia justru merespons hal tersebut dengan senyuman, menunjukkan sikap santai terhadap pendekatan Shin.
Selain Ramadhan, Marselino Ferdinan dan Rifad Marasabessy juga pernah mengalami hal yang sama di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang