Alasan Shin Tae-yong Dipecat dari Ulsan HD, Meski Baru Dua Bulan Melatih
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), resmi dipecat oleh klub Korea Selatan, Ulsan HD, pada Kamis (9/20/2025).
Keputusan tersebut datang hanya dua bulan setelah Shin Tae-yong ditunjuk untuk menukangi tim pada awal Agustus 2025.
Selama masa kepemimpinannya, Ulsan HD hanya mencatat satu kemenangan, yakni 1-0 atas Jesu SK pada 9 Agustus 2025.
Setelah itu, tim mengalami tujuh pertandingan tanpa kemenangan dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan.
Rentetan hasil buruk itu membuat Ulsan terpuruk di posisi ke-10 klasemen sementara dari total 12 peserta K-League dan terancam zona degradasi.
Klub akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan STY karena dianggap tidak mampu membawa perubahan positif.
Laporan Media Korsel soal STY Dipecat
Media Korea Selatan, Chosun, mengungkap penyebab utama pemecatan STY bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga persoalan komunikasi dengan para pemain.
Dalam laporannya, Chosun menulis bahwa suasana ruang ganti Ulsan HD sempat memanas akibat gaya kepemimpinan Shin Tae-yong yang dinilai tidak cocok untuk lingkungan klub profesional.
“Kepemimpinan Shin Tae-yong akhirnya runtuh dimakan waktu.
Mengelola tim nasional dan klub membutuhkan pendekatan yang berbeda terutama dalam hal komunikasi dengan pemain,” tulis Chosun dikutip dari BolaSport.com.
Shin Tae-yong yang kini menjabat sebagai wakil presiden Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA), ditawari untuk menangani Ulsan HD.
Media tersebut menilai Shin Tae-yong masih memakai pendekatan lama seperti saat melatih tim nasional, sehingga hubungan dengan pemain menjadi kurang harmonis.
“Namun, Shin dinilai terjebak di masa lalu, menggunakan gaya komunikasi yang usang, yang justru menimbulkan ketidakharmonisan di ruang ganti,” lanjut laporan itu.
Respons Shin Tae-yong Setelah Dipecat
Setelah keputusan pemecatan diumumkan, Shin Tae-yong menyampaikan pernyataannya kepada media Korea Selatan.
Ia mengaku menerima keputusan klub meski dibuat secara mendadak.
“Ini memang terjadi secara mendadak, tapi saya tidak punya pilihan selain menerima keputusan klub,” ujar Shin Tae-yong.
Ia menjelaskan bahwa dirinya bergabung dengan Ulsan HD dalam waktu singkat dan sudah berusaha menyesuaikan diri, namun tekanan yang besar membuat situasinya sulit.
“Saya bergabung dengan Ulsan secara tiba-tiba dan sudah berusaha sebaik mungkin, tapi ada banyak situasi yang penuh tekanan,” katanya.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga menambahkan bahwa ia telah berusaha keras untuk memperbaiki tim, meski hasilnya tidak sesuai harapan.
“Saya berusaha mengubah tim di masa sulit Ulsan, tapi banyak tantangan yang muncul,” ucapnya. “Saya benar-benar merasa kecewa.”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.