Prestasi SEA Games 2025 Jadi Modal Kano dan Gimnastik Menuju Asian Games 2026
Dua cabang olahraga, kano dan gimnastik, menjadikan prestasi di SEA Games 2025 Thailand sebagai modal positif dalam menatap Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Kano dan gimnastik menjadi dua dari enam cabang olahraga yang sejumlah atletnya telah kembali ke Indonesia pada Sabtu (13/12/2025) via Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Kano hadir dengan membawa pulang 2 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.
Dua medali emas kano hadir dari kategori sprint di nomor Mixed Kayak Four 500m dan Mixed Kayak Double 200m.
Diungkapkan pelatih kano, Dian Kurniawan, hasil ini masih di bawah dari harapan yang sebenarnya menargetkan tiga medali emas.
Namun, pencapaian tersebut tetap diapresiasi mengingat ini bakal jadi modal positif dalam menatap sejumlah event pada 2026 mendatang, seperti Kualifikasi Pra Olimpiade dan Asian Games 2026.
"Rencana 2026 kami akan mengikuti Kualifikasi Pra Olimpiade karena sekarang sistemnya poin, jadi setiap kejuaraan dunia akan coba kami ikuti semua dan juga menjadi persiapan menuju Asian Games 2026," kata Dian kepada wartawan selepas acara penyambutan kepulangan atlet SEA Games 2025.
Sebagai persiapan menuju sejumlah event tersebut, Dian mengatakan bakal melakukan pemusatan latihan dan try out di luar negeri menuju Asian Games 2026.
"Kami akan menjalani TC dan try out di Jepang," ujar Dian.
Di sisi lain, Subhi sebagai atlet yang berhasil menyabet empat medali dari SEA Games 2025 (2 emas dan 2 perunggu), mengucap rasa syukurnya karena mampu menaklukkan perlombaan yang cukup berat.
"Alhamdulillah, senang dan bersyukur bisa membawa pulang medali emas. Terima kasih kepada keluarga, pelatih, PB PODSI, Kemenpora, dan seluruh pihak yang mendukung kami," ucap Subhi.
FGI Puas dengan Raihan di SEA Games 2025
Federasi Gimnastik Indonesia dan KOI menyambut dua atlet putrinya usai bertanding di SEA Games 2025
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, yang juga turut menyambut dua atletnya, Salsabila Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso, menyatakan kepuasannya terhadap hasil satu medali perunggu di sektor putri.
Medali perunggu itu diraih oleh Salsabila di nomor senam lantai.
"Alhamdulillah pencapaian kami di SEA Games 2025 cukup memuaskan, sesuai dengan target kami dan Alhamdulillah juga ada kejutan dari Salsabila dan Satria Tri Wira Yudha," kata Ita.
"Dari lima atlet yang kami berangkatkan, dapat empat medali tapi Alarice sebagai debutan juga sangat baik dengan finis di urutan keempat," lanjut dia.
Sebagai rencana ke depan yang juga jadi bagian dari menatap sejumlah kejuaraan di 2026, termasuk Asian Games, FGI membuka peluang untuk mendatangkan pelatih asing.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Menpora Erick Thohir. Beliau berkomitmen untuk lebih memperhatikan apakah dengan mendatangkan pelatih asing dan kami harus segera mempersiapkan tempat latihan di Cibubur," ujar Ita.
Sementara itu, Salsabila mengaku masih belum puas dengan raihan medali perunggu dan bertekad untuk meningkatkan kemampuannya agar bisa meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
"Penampilan saya sudah lumayan bagus tapi perlu penambahan gerakan. Saya yakin (meraih prestasi lebih baik) jika bisa menambah gerakan," ungkap Salsa.
Selain kano dan gimnastik, turut tiba juga di Tanah Air sejumlah atlet dari cabang olahraga balap sepeda, jujitsu, water ski, sepak bola putra, dan bisbol di hari yang sama.
Per Sabtu (13/12/2025) malam WIB, tim Indonesia telah mengumpulkan 31 emas, 46 perak, dan 41 perunggu dan menempati posisi runner up klasemen perolehan medali sementara SEA Games 2025.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang