Pepanah Ahmad Khoirul Baasith Jalani Dua Peran Menuju Asian Games 2026

PB Perpani, panahan, Asian Games 2026, Pepanah Ahmad Khoirul Baasith Jalani Dua Peran Menuju Asian Games 2026

Atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith, terus menggenjot persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya pada 19 September-4 Oktober 2026.

PB Perpani telah kembali menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) panahan untuk mematangkan atletnya sebelum bertanding di Asian Games 2026.

Baasith menjadi salah satu atlet yang dipanggil untuk menjalani pelatnas pada 2026 ini.

Dia kembali terpilih usai meraih medali emas pada SEA Games 2025 Thailand dari nomor recurve beregu putra.

Sebelumnya, dia juga berhasil merebut medali perunggu pada Asian Games 2022 Hangzhou juga dari nomor yang sama.

Berbicara pelatnas, Baasith tak menampik jika latihan yang dijalani saat ini terbilang berat lantaran intensitasnya yang tinggi setiap hari.

Terlebih, para atlet hanya mendapatkan libur satu hari dalam sepekan yang jatuh pada hari Minggu.

Baasith mengatakan fokus latihan masih berkutat pada peningkatan fisik dan teknik.

Hal ini dilakukan agar para pepanah bisa tampil maksimal di Asian Games mendatang.

"Pelatnas sudah dimulai kembali. Persiapannya luar biasa karena latihannya dari pagi sampai malam. Biasanya kami libur di hari Minggu," ujar Baasith kepada awak media ketika ditemui di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Meski jadwal latihan sangat padat, namun Baasith mengaku selalu berupaya memberikan yang terbaik agar bisa terpilih untuk tampil di Jepang.

Pasalnya, saat ini persaingan internal cukup ketat dikarenakan Jepang sebagai tuan rumah Asian Games 2026 menetapkan beregu putra hanya diperkuat tiga personel.

Sementara, terdapat empat atlet yang berlatih di pelatnas. Itu berarti satu atlet dipastikan terdegradasi.

"Di nomor recurve putra ada empat atlet, yaitu saya, Arief, Ega, dan Bagas. Tetapi untuk Asian Games di Nagoya kemungkinan hanya tiga atlet yang akan diberangkatkan karena kebijakan yang diterapkan di Asian Games 2026," ucap Baasith.

"Jadi kemungkinan akan ada seleksi atau sistem promosi dan degradasi,” ungkap dia.

Rencana Try Out

Dalam cabang panahan, nomor yang dipertandingkan pada kategori recurve meliputi individu, beregu, serta mixed team, yang terdiri dari satu atlet putra dan satu atlet putri.

Sampai sekarang, para pepanah menjalani latihan setiap harinya di Lapangan Panahan kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Namun, Baasith mengatakan federasi telah berencana untuk memberangkatkan para atlet untuk mengikuti sejumlah kejuaraan di luar negeri sebagai uji coba dan menjadi bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.

"Kabarnya bulan Mei, ada Piala Dunia di Shanghai, China," tutur dia.

Try out tersebut menjadi pilihan terbaik untuk mengasah kemampuan para atlet mengingat tingginya level kompetitif di Asian Games.

negara seperti Korea Selatan, China, dan India masih menjadi pesaing terkuat.

"Korea kan sudah pasti. China atau India juga. Saya bakal berlatih lebih keras lagi dibanding tahun lalu. Supaya bisa dapat hasil yang baik," ujar Baasith.

PB Perpani, panahan, Asian Games 2026, Pepanah Ahmad Khoirul Baasith Jalani Dua Peran Menuju Asian Games 2026

Atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith, menjadi salah satu penerima beasiswa atlet dari Universitas Budi Luhur

Jalani 2 Peran

Menjalani pelatnas di tahun ini juga menjadi sebuah tantangan bagi Baasith yang merupakan mahasiswa aktif di Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta.

Saat ini, dia duduk di bangku semester empat. Dia kuliah dengan beasiswa atlet yang diberikan dari kampus UBL.

Mahasiswa program studi manajemen itu mengaku cukup sulit dalam membagi waktu untuk menjalani dua peran sekaligus.

Namun, dia coba mengatur sebaik mungkin agar dua kegiatan ini bisa berjalan selaras.

Kebetulan, kampus tempat dia mengenyam pendidikan juga mendukung penuh selama persiapan Pelatnas.

"Awal mula bagi waktu di sini agak susah karena saya lagi di training center di Jakarta dan jadwal latihan dari pagi sampai malam," ungkap Baasith  yang mulai kuliah tahun 2024, dalam acara Budi Luhur University Go Global: "Local Roots, Global Impact", Kamis (5/3/2026).

"Jadi kayak (belajar) online susah, ujian juga, tapi kampus memfasilitasi. Kalau ada waktu luang malam itu bisa belajar. Dan ada website juga kan, jadi bisa belajar dari sana."

"Kebetulan waktu kemarin saya tanding SEA Games, jadi tidak bisa ikut. Paling ujian susulan. Alhamdullilah dipermudah," ucap dia.

Baasith mengungkapkan awalnya mengajukan beasiswa pada 2023, tepat setelah meraih medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Tapi, kala itu belum tersedia untuk cabang olahraga panahan.

"Setelah itu saya request dan Alhamdullilah berhasil. Tidak susah (masuknya), kurang dari sebulan," kata Baasith

Sementara itu, Rektor BLU Agus Setyo Budi mengatakan pihaknya membuka peluang bagi setiap mahasiswa untuk mengalami dunia, sambil tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

"BLU berkomitmen menjadi universitas yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui secara global. Pendidikan adalah jembatan bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi di dunia, menjaga akar budaya, dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Agus, dalam kesempatan yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang