PB Perpani Siapkan Program Strategis Menuju Asian Games 2026
Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) berupaya terus memperkuat daya saing para atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Guna mewujudkan hal tersebut, PB Perpani sepakat menjadikan kejuaraan internasional bertajuk Hyundai Archery World Cup sebagai ajang untuk mengukur performa atlet.
Kejuaraan tersebut akan diikuti sebanyak tiga seri, yakni Stage 2 Shanghai di China, pada 5 - 10 Mei, Stage 3 Antalya di Turki 9 - 14 Juni, dan Stage 4 Madrid di Spanyol 7 - 12 Juli.
Ketua Umum PB Perpani, Arsjad Rasjid, mengatakan pengiriman para atlet nasional ke kejuaraan internasional sebagai salah satu upaya untuk memperketat standar pembinaan.
"Agenda 2026 difokuskan pada kesiapan kompetitif internasional dan pencapaian puncak performa di Asian Games 2026 Nagoya," ujar Arsjad dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).
"Kami memperketat standar pembinaan, kompetisi, dan evaluasi kinerja di seluruh level, serta menyatukan atlet, pelatih, dan ofisial dalam satu sistem kerja yang terukur, konsisten, dan bertanggung jawab pada hasil."
Program pengiriman atlet ke kejuaraan internasional akan berjalan paralel dengan rangkaian kompetisi di dalam negeri, meliputi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior, Kejurnas Antarklub Pelajar, Kejurnas Antarklub Open, maupun pelatihan pelatih dan wasit yang berjalan mulai Juni hingga Desember.
PB Perpani juga menjadwalkan judge online refreshment sebanyak dua kali untuk menjaga standar arbitrase.
Setiap kompetisi dilengkapi protokol analisis performa dan mekanisme umpan balik sistematis sebagai basis pemantauan berkelanjutan.
Gelar Rakernas
Tak hanya membahas program peningkatan prestasi, PB Perpani juga menetapkan lima pilar strategis panahan Indonesia untuk mengejar prestasi dunia, mencakup standarisasi internasional Pelatnas hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui sertifikasi pelatih dan wasit yang lebih sistematis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 9-10 Februari di kawasan Tangerang Selatan.
Rakernas dengan tema "Kolaborasi Inklusif dan Penguatan Organisasi untuk Akselerasi Meraih Prestasi Dunia" sekaligus menegaskan komitmen PB Perpani dalam menguatkan ekosistem pembinaan melalui sistem yang terukur.
Turut hadir dalam Rakernas Perpani Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda Olahraga Surono, Wakil Ketua Umum V Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tursandi Alwi, dan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Wijaya Noeradi.
Sekretaris Jenderal PB Perpani, Irawadi Hanafi menyatakan bahwa strategi tahun 2026 diarahkan pada pembinaan yang menyeluruh, membangun atlet, pelatih, tim ofisial dan sistem pendukung secara simultan.
"Kesuksesan atlet adalah hasil kerja keras pelatih profesional dan dukungan tim terkoordinasi. Pada tahun 2026, fokus kami adalah peningkatan kualitas Pelatnas dengan standar internasional, sertifikasi pelatih dan ofisial, serta kesejahteraan atlet dan dukungan infrastruktur," ucap Irawadi.
Strategi tahun 2026 ini sebagai penguatan dari prestasi di tahun sebelumnya di mana PB Perpani berhasil menorehkan 13 medali internasional, termasuk sukses di SEA Games 2025 Thailand yang membawa pulang 6 medali emas dan 2 medali perunggu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang