Tangsel Kini Punya “Asisten Digital” 24 Jam, Semua Layanan Jadi Lebih Mudah

Kepala Dinas Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin
Kepala Dinas Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin

Lewat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot Tangsel kini mendorong transformasi digital yang tak hanya cepat, tetapi juga mengedepankan kredibilitas dan transparansi informasi.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari evolusi panjang sistem layanan digital di lingkungan pemerintah kota.

"Kini, sejak 2025, kita telah memasuki Era Satu Ekosistem Percakapan. Semua layanan kini diorkestrasi oleh Tangsel ONE dan Helita. Warga tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu akses cerdas dan otomatis, termasuk melalui chat WhatsApp yang aktif 24 jam," ujar Asep dikutip Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan, perjalanan transformasi ini dimulai dari digitalisasi layanan di masing-masing dinas pada periode 2015–2020. Kemudian berlanjut ke fase integrasi melalui satu domain terpadu pada 2021–2024, hingga kini masuk ke tahap ekosistem digital yang lebih terhubung.

Saat ini, berbagai platform layanan telah dapat langsung dirasakan masyarakat. Mulai dari Simponie Tangsel yang menyediakan lebih dari 73 layanan perizinan online, sistem pengaduan LAPOR! hingga portal Pajak Daerah yang memudahkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor.

"Pondasi kami saat ini sudah aktif dan kuat. Selain 73 layanan perizinan, kami memiliki AI Agent HELITA yang siaga 24 jam untuk memberikan informasi kota kepada warga. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam genggaman masyarakat," kata dia.

Ke depan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan roadmap besar untuk memperkuat ekosistem digital tersebut. Salah satunya dengan memperluas integrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menghadirkan layanan yang lebih personal bagi warga.

"Pada Q3 2026 nanti, kami akan menghadirkan personalisasi layanan dan Dashboard Warga Mandiri. Jadi, sistem yang akan mengingatkan warga, bukan sebaliknya. Puncaknya, pada visi 2027, kami menargetkan terwujudnya Smart City Humanis. Di sana, Tangsel akan menerapkan layanan prediktif berbasis data dengan AI yang semakin mengenal kebutuhan warganya, sehingga kita bisa menjadi benchmark atau barometer bagi kota-kota lain di Indonesia," kata Asep.

Di tengah perkembangan tersebut, Pemkot Tangsel juga mewaspadai maraknya hoaks dan fenomena echo chamber di ruang digital. Untuk itu, Kominfo Tangsel memanfaatkan teknologi big data analytics guna memantau pergerakan isu secara real-time.

Tak hanya itu, aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama. Penguatan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) terus dilakukan demi menjaga perlindungan data warga.

“Kedaulatan data warga adalah prioritas tertinggi. Kami terus memperkuat pertahanan siber karena kepercayaan publik sangat bergantung pada seberapa aman sistem yang kami bangun. Di sisi lain, Tangsel ONE menjadi referensi utama warga untuk memverifikasi kebenaran isu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi digital ini juga dibarengi dengan perubahan budaya kerja di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Teknologi hanyalah instrumen. Esensi dari seluruh upaya ini adalah pengabdian yang lebih nyata. Kami ingin memastikan negara hadir di tengah riuhnya arus informasi digital, memberikan solusi yang inklusif dan mencerahkan bagi seluruh warga," pungkas TB Asep Nurdin.