Hati-hati, Sering Begadang Bisa Perpendek Umur!

Ilustrasi orang tidur.
Ilustrasi orang tidur.

 Kurang tidur dan sering begadang ternyata bisa berisko pada usia seseorang. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di SLEEP Advance menyebut bahwa orang Amerika yang kurang dari tujuh jam setiap malam berisiko memperpendek usia mereka.

Dalam penelitian yang dilakukan antara tahun 2019 hingga 2025 peneliti menganalisis data dari lebih dari 3.000 county, membandingkan durasi tidur rata-rata di tiap wilayah dengan angka harapan hidupnya. Hasilnya, daerah yang penduduknya lebih banyak tidur kurang dari tujuh jam per malam memiliki harapan hidup yang lebih rendah.

Melansir laman Hindustan times, Rabu 10 Desember 2025, di county berpendapatan tinggi maupun rendah, termasuk daerah metropolitan hingga pedesaan terpencil, kekurangan tidur tetap terkait dengan usia hidup yang lebih pendek.

Harapan hidup yang lebih rendah ditemukan di wilayah dengan persentase penduduk yang sering tidur kurang dari tujuh jam. Di Oregon, misalnya, angka harapan hidup jauh lebih rendah di daerah dengan tingkat kurang tidur tinggi dibandingkan wilayah yang penduduknya tidur lebih lama. Peta negara bagian itu bahkan menunjukkan perbedaan yang jelas antar wilayah.

Idealnya tidur minimal tujuh hingga sembilan jam

National Sleep Foundation menyebutkan bahwa jutaan orang Amerika secara rutin tidur kurang dari tujuh jam. Penulis utama penelitian, Andrew McHill, PhD, profesor di Oregon Health & Science University, mengaku terkejut melihat betapa eratnya hubungan antara durasi tidur dan usia hidup.

“Aku tidak menyangka korelasinya begitu kuat. Kita selalu tahu tidur itu penting, tapi penelitian ini benar-benar menegaskan hal itu. Orang sebaiknya berusaha tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam kalau memungkinkan,” tegasnya.

Apa saja dampak kurang tidur?

Tim peneliti menemukan bahwa kurang tidur memiliki efek yang sebanding dengan faktor risiko kematian lain. Dalam analisis tersebut, mereka membandingkan banyak faktor seperti tingkat perokok, obesitas, diabetes, kurang aktivitas fisik, kerawanan pangan, pengangguran, tingkat kelulusan sekolah, akses asuransi kesehatan, hingga hubungan sosial.

Merokok menjadi faktor yang paling kuat menurunkan harapan hidup. Sementara obesitas, diabetes, dan kurang gerak berada di bawah faktor tidur.

Menurut Cleveland Clinic, kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi (hipertensi), obesitas, obstructive sleep apnea, penyakit pembuluh darah, stroke, serangan jantung, depresi, hingga kecemasan.