Kenapa Mudah Tertidur Saat Nonton TV atau Film? Ini Alasannya

tidur, Kenapa Mudah Tertidur Saat Nonton TV atau Film? Ini Alasannya, Lingkungan menonton yang mendukung tubuh untuk tidur, Aktivitas menonton termasuk stimulus rendah, Tubuh yang lelah dan kurang tidur, Menonton membantu pikiran untuk istirahat dari stres, Faktor ritme tubuh dan kebiasaan menonton

Pernah merasa mengantuk bahkan tertidur saat menonton TV atau film, terutama di malam hari? Kondisi ini ternyata sangat umum terjadi dan dialami banyak orang.

Para ahli tidur menjelaskan, ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih mudah tertidur saat menonton, mulai dari kondisi tubuh, lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari.

Kenapa banyak orang mudah tertidur saat nonton tv atau film?

Lingkungan menonton yang mendukung tubuh untuk tidur

Salah satu alasan utama adalah kondisi lingkungan saat menonton yang secara tidak sadar menyerupai suasana tidur.

Dokter spesialis tidur Neal Walia mengatakan, ada beberapa faktor lingkungan saat menonton TV atau film yang mendorong rasa kantuk.

Ia menjelaskan, sepanjang hari tubuh membangun dorongan tidur atau sleep drive, yang mencapai puncaknya di malam hari.

“Dorongan tidur ini yang membawa Anda masuk ke dalam tidur,” ujarnya, seperti dilansir HuffPost, Senin (23/3/2026).

Saat seseorang menonton TV di malam hari, biasanya tubuh sudah berada pada titik paling lelah. Ditambah dengan posisi santai, pencahayaan redup, dan suasana tenang, tubuh pun mendapat sinyal bahwa sudah waktunya beristirahat.

Aktivitas menonton termasuk stimulus rendah

Menonton TV atau film tergolong aktivitas dengan tingkat stimulasi yang rendah, sehingga otak tidak terlalu aktif. Menurut Molly Atwood, kurangnya stimulasi bisa mempercepat rasa kantuk.

“Kadang-kadang ini hanya karena kurangnya stimulasi,” katanya.

Berbeda dengan aktivitas seperti bermain ponsel atau bekerja yang membutuhkan fokus tinggi, menonton film cenderung pasif. Jika film yang ditonton tidak terlalu menarik, rasa kantuk akan semakin mudah datang.

“Atau jika kamu berbaring dalam kondisi gelap dan filmnya tidak terlalu menarik, rasa kantuk akan lebih mudah mengambil alih,” tambahnya.

Tubuh yang lelah dan kurang tidur

Faktor lain yang sangat umum adalah kurang tidur atau kelelahan setelah menjalani aktivitas seharian.

Menurut Neal Walia, banyak orang sebenarnya tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

“Banyak orang mengalami kurang tidur,” ujarnya.

Ia mengungkap, kebutuhan tidur rata-rata adalah 7–9 jam per malam, namun banyak orang tidak mencapainya karena kesibukan kerja dan aktivitas lainnya.

Akibatnya, ketika tubuh berada dalam kondisi santai seperti menonton TV, rasa kantuk yang tertunda akan muncul dan membuat seseorang tertidur tanpa disadari.

Menonton membantu pikiran untuk istirahat dari stres

Menonton film atau acara TV juga dapat mengalihkan pikiran dari stres atau kecemasan sehari-hari.

“Saat menonton sesuatu, kamu tidak terlalu berada dalam pikiranmu sendiri,” terang Dr. Walia.

Perhatian seseorang teralihkan dari kekhawatiran seperti pekerjaan atau masalah pribadi. Kondisi ini membuat tubuh lebih rileks dan memudahkan proses tertidur.

Bagi sebagian orang yang sulit tidur karena overthinking, menonton TV bahkan menjadi jembatan untuk membantu mereka tertidur lebih cepat.

Faktor ritme tubuh dan kebiasaan menonton

Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh juga berperan dalam menentukan apakah seseorang mudah tertidur saat menonton.

Menurut Atwood, orang dengan tipe morning person cenderung lebih cepat mengantuk di malam hari.

“Tubuh mereka secara alami lebih waspada di pagi hari dan menurunkan kewaspadaan lebih cepat di malam hari,” ujar dia.

Selain itu, kebiasaan menonton ulang film atau serial yang sama juga bisa memicu rasa kantuk. Karena sudah mengetahui alur cerita, otak tidak perlu bekerja keras untuk memahami, sehingga tubuh menjadi lebih rileks.

Kapan harus waspada?

Meski umum terjadi, tertidur saat menonton TV tidak selalu bisa dianggap sepele.

Jika seseorang sering tertidur bahkan saat menonton film yang menarik atau dalam kondisi terang, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah tidur. Menurut Atwood, kondisi tersebut perlu diperhatikan lebih lanjut.

“Jika kamu tetap tidak bisa terjaga saat menonton sesuatu yang menarik, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kualitas dan durasi tidur kamu,” ujarnya.

Dalam beberapa kasus, gangguan seperti sleep apnea juga bisa menjadi penyebab kualitas tidur yang buruk, meski durasi tidur terlihat cukup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang