Liliyana Natsir dan Tisya Amallya Ajak Atlet Putri Tetap Percaya Diri!

Liliyana Natsir, Motivasi Atlet, Tisya Amallya, kesetaraan atlet perempuan, Liliyana Natsir dan Tisya Amallya Ajak Atlet Putri Tetap Percaya Diri!

Legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir dan setter terbaik Proliga 2025 Tisya Amallya Putri berbagi pandangan mengenai perjuangan, kesetaraan, dan motivasi bagi atlet perempuan Indonesia dalam sesi tanya jawab resmi di ajang Vidio Sport Festival 2025.

Menjawab pertanyaan Kompas.com, Liliyana Natsir, atau yang akrab disapa Ci Butet, menuturkan bahwa kesetaraan antara atlet putra dan putri kini sudah semakin terasa, baik dari sisi perlakuan, penghargaan, maupun pengakuan publik.

Ia menyebut bahwa saat ini hadiah dan kontrak bagi atlet putri setara dengan atlet putra, sehingga perempuan tidak perlu lagi merasa inferior di dunia olahraga.

“Saya di bulu tangkis, baik di ganda putri maupun tunggal putri, sekarang hadiahnya juga sama dengan tunggal putra. Perlakuannya juga sama. Saat mereka juara, mereka akan terkenal dan dikontrak juga dengan nilai fantastis,” ujar Liliyana.

Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu menambahkan bahwa pencapaian besar seorang atlet perempuan diakui sama pentingnya dengan atlet laki-laki.

Ia mencontohkan pengalamannya bermain di nomor ganda campuran, di mana kerja sama solid dengan pasangan laki-laki menjadi bukti bahwa kesetaraan bisa diwujudkan di lapangan.

“Itu menjadi bukti bahwa bagi kami perempuan, ada satu kesetaraan. Jadi, tidak ada perbedaan sama sekali. Apalagi saya di ganda campuran bisa berpasangan dengan laki-laki, ya sudah sama saja,” jelasnya.

"Yang penting kita satu visi dan misi untuk bisa kasih medali, bisa dapat medali emas olimpiade, dan itu sudah dianggap sama."

Gender Bukan Alasan Tidak Berprestasi

Liliyana juga menegaskan bahwa perempuan tidak boleh menjadikan gender sebagai alasan untuk tidak berprestasi.

Menurutnya, baik pemerintah maupun federasi telah memberikan perlakuan yang sama kepada atlet tanpa memandang jenis kelamin, termasuk dalam hal bonus dan penghargaan.

Liliyana Natsir, Motivasi Atlet, Tisya Amallya, kesetaraan atlet perempuan, Liliyana Natsir dan Tisya Amallya Ajak Atlet Putri Tetap Percaya Diri!

Setter Terbaik Proliga 2025, Tisya Amallya Putri di acara Press Conference Vidio Sports Festival.

“Jadi itu hal yang positif juga. Jangan minder, jangan berpikir bahwa perempuan enggak bisa sama seperti laki-laki, baik secara prestasi atau pengakuan,” kata Liliyana panjang lebar

"Di era sekarang saya juga meraskaan sama kok, enggak ada perbedaan sama sekali. Jadi enggak bisa dijadikan alasan bahwa perempuan itu lemah. Kalau kita berpikir perempuan itu lemah, artinya kita enggak bisa ngapa-ngapain dan enggak bisa berprestasi."

"Kita harus merasa bisa dan mampu. Dari pemerintah juga sudah sama perlakuannya, dari bonus dan lain-lain semuanya sama."

"Jadi jangan minder, jangan berkecil hati, karena kita punya kesempatan yang sama. Kalau ingin berhasil, ya harus berusaha maksimal untuk menggapai hasil terbaik."

Pesan Tisya Amalia

Sementara itu, Tisya Amallya Putri memberikan pandangan senada.

Setter terbaik Proliga 2025 itu mengaku sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Butet.

Menurutnya, rasa percaya diri dan keyakinan menjadi faktor penting bagi atlet perempuan untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Jawabanku mungkin sama, ya, kayak yang dibilang Ci Butet tadi. Jangan minder karena laki-laki atau karena perempuan dianggap lebih lemah,” ujar Tisya.

Ia menambahkan bahwa di dunia voli, tim putri masih sering dipandang sebelah mata karena belum banyak meraih hasil maksimal di sejumlah ajang besar.

Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah.

Ia percaya dengan kerja sama tim yang kuat dan dukungan dari federasi, voli putri Indonesia bisa sejajar dengan voli putra.

“Kayak di voli pun juga sama, mungkin yang putri sekarang rada dipandang sebelah mata karena kita banyak gagal di event-event nasional. Tapi selagi kita yakin dan kita bisa bareng sama-sama terus, dan didukung juga dari pihak federasi, mungkin kita juga bisa sama-sama seperti tim voli laki-laki,” pungkasnya.

Kedua atlet tersebut sama-sama menekankan pentingnya semangat dan kepercayaan diri bagi generasi muda, terutama atlet perempuan, untuk terus berusaha mencapai mimpi mereka.

Baik Liliyana maupun Tisya berharap agar pesan ini bisa menjadi motivasi bagi banyak atlet putri di Indonesia untuk terus berjuang, percaya diri, dan membuktikan bahwa prestasi tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kerja keras dan tekad kuat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.