147 Korban Tewas dan Ratusan Hilang, BNPB: Status Banjir Sumatera Masih Bencana Daerah

bencana nasional, banjir sumatera, banjir sumatera barat, bencana sumatera, banjir sumatera hari ini, 147 Korban Tewas dan Ratusan Hilang, BNPB: Status Banjir Sumatera Masih Bencana Daerah, Penanganan Masih Dinilai Mampu Ditangani Pemerintah Daerah, Korban Jiwa Terus Bertambah, Evakuasi Masih Berlangsung, BNPB: Tapanuli Tengah Paling Parah, Cuaca Menentukan Kecepatan Pemulihan

Di tengah situasi darurat banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, pemerintah memastikan bahwa status kejadian ini belum dinaikkan menjadi bencana nasional.

Meski korban jiwa terus bertambah dan sebagian wilayah masih terisolasi akibat akses jalan terputus serta jaringan internet lumpuh, BNPB menilai penanganan di tingkat provinsi masih berjalan dengan dukungan penuh pemerintah pusat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa diskusi mengenai status bencana nasional tidak perlu diperpanjang karena Indonesia hanya dua kali menetapkan status serupa, yaitu saat tsunami Aceh 2004 dan pandemi Covid-19.

“Yang pernah ditetapkan Indonesia sebagai bencana nasional itu hanya Covid-19 dan tsunami Aceh 2004. Sementara bencana besar lain seperti gempa Palu, NTB, dan Cianjur pun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).

Penanganan Masih Dinilai Mampu Ditangani Pemerintah Daerah

Suharyanto menjelaskan bahwa indikator bencana nasional mencakup kerusakan ekstrem, lumpuhnya sistem pemerintahan daerah, hingga hilangnya kendali atas layanan publik. Berdasarkan kondisi terkini, parameter tersebut belum terpenuhi.

Ia menyebut gambaran awal yang beredar di media sosial memberi kesan bahwa situasi sangat genting, terutama adanya laporan warga terisolasi dan akses komunikasi terputus. Namun, hasil pemantauan langsung menunjukkan kondisi di banyak lokasi mulai stabil.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” katanya.

Suharyanto menegaskan bahwa koordinasi pemerintahan daerah masih berjalan normal sehingga tidak ada urgensi menaikkan status.

“Jadi saya tidak perlu menyatakan pendapat apakah perlu ditetapkan bencana nasional atau tidak. Yang jelas, statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi,” ujarnya.

Korban Jiwa Terus Bertambah, Evakuasi Masih Berlangsung

Sementara itu, data terbaru penanganan bencana menunjukkan angka korban terus meningkat.

Polda Sumut mencatat 147 orang meninggal dunia dan 174 orang masih hilang. Selain itu, terdapat 32 luka berat, 722 luka ringan, serta 28.427 warga mengungsi.

“Untuk sementara, sebanyak 147 orang meninggal dunia dan dalam pencarian sebanyak 174 orang,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Sabtu (29/11/2025).

Pencarian dilakukan oleh Polisi bersama tim gabungan yang dikerahkan di berbagai titik terdampak. Sebanyak 3.553 personel kepolisian diterjunkan untuk membantu proses penyelamatan, pengamanan, hingga distribusi bantuan.

Dari sisi logistik, bantuan dari Mabes Polri sudah dikirim menggunakan pesawat CN-295.

BNPB: Tapanuli Tengah Paling Parah

BNPB menilai Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling terdampak dengan jumlah korban meninggal dan hilang terbanyak, serta hambatan akses paling serius. Jalan penghubung Tapanuli Utara–Sibolga menjadi titik kritis karena sebagian jalur rusak akibat jembatan roboh dan longsor.

“Jalan sedang dibuka. Dari udara terlihat hanya beberapa titik yang putus akibat jembatan roboh atau longsor. Saat hujan memang tidak bisa dilalui, tetapi saat cuaca cerah jalur sudah bisa diakses,” kata Suharyanto.

Sebelumnya, BNPB merilis data sebanyak 116 orang meninggal dunia dan 42 masih hilang hingga Jumat sore (28/11/2025). Data ini berbeda dengan catatan Polres Taput yang melaporkan 14 korban meninggal dan 37 orang hilang khusus di wilayah Tapanuli Utara.

Cuaca Menentukan Kecepatan Pemulihan

Suharyanto menyebut cuaca yang mulai cerah dalam beberapa hari terakhir sangat membantu proses pembukaan akses dan penyaluran bantuan.

“Seiring berjalannya waktu, mudah-mudahan semuanya membaik. Hari ini kami bisa mengakses titik tersulit dan menyapa masyarakat. Dengan cuaca mendukung, penyaluran logistik dan pembukaan jalan akan semakin cepat,” ujarnya.

Meski status bencana belum dinaikkan menjadi bencana nasional, pemerintah memastikan operasi kemanusiaan dilakukan secara maksimal melalui BNPB, TNI, Polri, kementerian, dan lembaga lain yang telah dikerahkan ke lokasi terdampak.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang