Makna Hari Raya Kuningan, Saat Leluhur Kembali ke Alam Suci

makna hari raya kuningan, tradisi hindu bali, makna hari raya kuningan bagi umat hindu, galungan dan kuningan 2025, Makna Hari Raya Kuningan, Saat Leluhur Kembali ke Alam Suci, Makna Filosofis Hari Raya Kuningan, Simbol Penting dalam Perayaan Kuningan, Kuningan sebagai Momen Kebersamaan dalam Keluarga, Perbedaan Makna Galungan dan Kuningan

 Umat Hindu di Indonesia akan segera memasuki rangkaian hari raya keagamaan penting, yaitu Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pada 2025, Galungan diperingati pada Rabu (19/11/2025), disusul Kuningan pada Sabtu (29/11/2025).

Tradisi ini diawali dengan Penampahan Galungan pada Selasa (18/11/2025), diikuti Umanis Galungan pada 20 November, kemudian berlanjut ke Penampahan Kuningan pada 28 November sebelum puncak Kuningan tiba.

makna hari raya kuningan, tradisi hindu bali, makna hari raya kuningan bagi umat hindu, galungan dan kuningan 2025, Makna Hari Raya Kuningan, Saat Leluhur Kembali ke Alam Suci, Makna Filosofis Hari Raya Kuningan, Simbol Penting dalam Perayaan Kuningan, Kuningan sebagai Momen Kebersamaan dalam Keluarga, Perbedaan Makna Galungan dan Kuningan

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (20/2/2016).

Makna Filosofis Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan memiliki makna penghormatan dan rasa syukur atas keberadaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta leluhur.

Umat Hindu meyakini bahwa roh leluhur yang turun pada saat Galungan akan kembali ke alam suci pada Hari Kuningan.

Karena itu, sembahyang dilakukan di pagi hari, sebelum lewat tengah hari, sebagai simbol waktu kembali ke alam cahaya.

Makna Kuningan berkaitan dengan refleksi spiritual:

  • merenungkan perjalanan hidup
  • mengenang leluhur sebagai bagian jati diri
  • mengikat hubungan spiritual antara manusia dan nenek moyangnya

Melalui perayaan ini, umat Hindu juga diyakini mendapatkan berkah berupa ketentraman batin, kemakmuran, dan perlindungan.

makna hari raya kuningan, tradisi hindu bali, makna hari raya kuningan bagi umat hindu, galungan dan kuningan 2025, Makna Hari Raya Kuningan, Saat Leluhur Kembali ke Alam Suci, Makna Filosofis Hari Raya Kuningan, Simbol Penting dalam Perayaan Kuningan, Kuningan sebagai Momen Kebersamaan dalam Keluarga, Perbedaan Makna Galungan dan Kuningan

Tradisi Mekotek untuk merayakan Hari Raya Kuningan dilakukan oleh warga Desa Munggu, Badung, Bali.

Simbol Penting dalam Perayaan Kuningan

1. Canang Kuningan

Canang yang dihiasi janur kuning melambangkan kebijaksanaan dan kemakmuran. Warna kuning dianggap warna sakral, identik dengan cahaya ilahi.

2. Tamiang

Tamiang berbentuk lingkaran seperti tameng. Simbol ini bermakna perlindungan dari kekuatan negatif dan pengingat untuk menjaga keseimbangan spiritual.

3. Endongan

Endongan atau wadah kecil dari janur menjadi simbol bekal kehidupan untuk perjalanan spiritual roh leluhur.

makna hari raya kuningan, tradisi hindu bali, makna hari raya kuningan bagi umat hindu, galungan dan kuningan 2025, Makna Hari Raya Kuningan, Saat Leluhur Kembali ke Alam Suci, Makna Filosofis Hari Raya Kuningan, Simbol Penting dalam Perayaan Kuningan, Kuningan sebagai Momen Kebersamaan dalam Keluarga, Perbedaan Makna Galungan dan Kuningan

Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

Kuningan sebagai Momen Kebersamaan dalam Keluarga

Hari Raya Kuningan juga menjadi waktu bagi keluarga untuk berkumpul, saling berkunjung, serta berbagi berkat dan makanan khas. Tradisi ini memperkuat hubungan antarkeluarga dan komunitas, serta menjaga rasa hormat antar generasi.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ajaran Hindu tidak hanya berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antarmanusia dan leluhurnya.

Perbedaan Makna Galungan dan Kuningan

  • Galungan: merayakan kemenangan Dharma atas Adharma.
  • Kuningan: memberi penghormatan dan ucapan terima kasih sebelum roh leluhur kembali ke dunia suci.

Dengan demikian, Kuningan menjadi semacam penutup dan penyempurnaan rangkaian perayaan spiritual setelah Galungan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang