Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan: Waktu Perayaan hingga Sembahyang

Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hindu, Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan: Waktu Perayaan hingga Sembahyang

Umat Hindu di Indonesia, khususnya Bali, akan merayakan Hari Raya Galungan pada 19 November 2025.

Setelah Hari Raya Galungan, kemudian akan berlangsung Hari Raya Kuningan pada 29 November 2025.

Bagi orang awam, umumnya Hari Raya Galungan kerap dikaitkan dengan Hari Raya Kuningan. Padahal sejatinya, terdapat perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Dikutip dari Kompas.com, berikut sejumlah perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan:

1. Waktu Perayaan

Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali berdasarkan kalender Saka Bali.

Sementara itu, Hari Raya Kuningan dirayakan dengan jeda 10 hari dari waktu perayaan Hari Suci Galungan, berdasarkan perhitungan kalender Saka Bali.

Berdasarkan kalender Saka Bali, Hari Raya Galungan jatuh tepat pada Rabu Kliwon (Wuku) Dungulan, sedangkan Hari Raya Kuningan jatuh tepat pada Sabtu Kliwon (Wuku) Kuningan.

2. Makna

Hari Raya Galungan dirayakan untuk menyatukan kekuatan rohani supaya mendapat pikiran, perkataan, dan perbuatan yang benar, serta memiliki pendirian yang tenang dan bijaksana.

Sedangkan Hari Raya Kuningan menjadi momen untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tuntunan lahir batin kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Selain itu, Hari Raya Galungan kerap dimaknai sebagai peringatan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).

Pada hari suci tersebut, biasanya umat Hindu merayakan dan menghaturkan puja dan puji syukur serta ucapan terima kasih kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Sementara itu, Hari Raya Kuningan atau sering disebut Tumpek Kuningan, umat Hindu melakukan pemujaan kepada para dewa dan leluhur (pitara) untuk memohon keselamatan, perlindungan, serta tuntunan lahir dan batin.

3. Waktu Sembahyang

Pada Hari Raya Galungan, umat Hindu biasanya bersembahyang dari pagi hingga sore.

Sementara persembahyangan pada Hari Raya Kuningan hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang pukul 12.00 waktu setempat.

Sebab, pada Hari Raya Kuningan, diyakini para dewa diiringi oleh para pitara atau leluhur turun ke bumi hanya sampai tengah hari saja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.