Doyan Makanan Manis, Cek Dulu Batas Aman Konsumsi Gula Harian

Batas konsumsi gula sehari, cara mengatasi sugar craving, batas konsumsi gula sehari berapa gram, cara mengatasi kecanduan gula, Doyan Makanan Manis, Cek Dulu Batas Aman Konsumsi Gula Harian

Makanan manis memang menggoda lidah, tapi perlu diingat, konsumsi manis berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Penting mengetahui batas aman konsumsi gula harian untuk menjaga lonjakan gula darah, sekaligus menghindari risiko penyakit seperti obesitas dan diabetes.

Ahli gizi bersertifikat Mac-Nutrition Uni, Alvina Olivia, menyarankan untuk memperbaiki kebiasaan makan, termasuk mengatur jumlah konsumsi gula.

"Yang pasti, gula itu bukan musuh ya, tapi coba kita kenali kebutuhan diri sendiri dari segi kalori, makrogizi, lalu lacak berapa kebutuhan asupan tubuh masing-masing," saran dia dalam konferensi pers Cimory No Added Sugar, Rabu (26/11/2025).

Berapa batas konsumsi gula sehari?

Ada dua jenis gula yang perlu dikenali, yakni gula alami dan gula tambahan, dalam makanan sehari-hari.

"Kalau gula buah dan gula susu (laktosa) itu namanya free sugar, memang gula alami yang ada di dalam makanan," jelas Alvina saat ditemui terpisah usai konferensi pers.

Batas konsumsi gula sehari, cara mengatasi sugar craving, batas konsumsi gula sehari berapa gram, cara mengatasi kecanduan gula, Doyan Makanan Manis, Cek Dulu Batas Aman Konsumsi Gula Harian

Ilustrasi gula, gula pasir.

"Biasanya, kalau proses pembuatannya itu ditambah lagi dengan gula pasir, sirup, fruktosa, atau yang lain, itu berarti gula tambahan," sambung dia.

Secara khusus, Alvina menganjurkan takaran konsumsi gula tambahan kurang dari 25 gram.

"Saya sebenarnya enggak menyarankan untuk pakai angka (takaran), tapi sebaiknya di bawah 25 gram gula tambahan. Namun, jangan cuma fokus ke situ saja," jelas Alvina.

Adapun menurut anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, batas konsumsi gula sebanyak 50 gram atau empat sendok makan gula per orang per hari.

Cara atasi kecanduan gula

Bila sulit mengatur takaran gula harian dan terbiasa mengonsumsi sajian manis, tubuh bisa jadi menghadapi kondisi kecanduan gula (sugar craving).

Kebiasaan mengonsumsi sajian manis secara berlebih, dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes.

Menurut Alvina, saat menyadari tubuh mulai kecanduan gula, sebaiknya segera mencari cara mengurangi konsumsi manis tersebut.

lahan bisa mengganti dengan produk tanpa gula tambahan yang sudah terasa manis. Jadi, enggak menghapus rasa keinginan untuk minum manis, tapi tetap bisa menjaga agar energinya stabil dan tidak memberi kalori berlebih," jelas Alvina.

Manusia juga perlu memahami keseluruhan pola makan dan kebutuhan gizi, selain konsumsi gula.

Seperti kebutuhan vitamin dan serat dari sayur serta buah, juga kebutuhan protein dari daging hewani maupun bahan nabati.

"Dengan begitu, dengan sendirinya, badan kita akan secara otomatis berkurang rasa ingin makan yang manis-manis," ujar Alvina.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang