Jangan Gegabah, Ingat Batas Aman Mobil Melintasi Banjir

banjir, Banjir rob, tips mobil, tips berkendara, tips otomotif, Jangan Gegabah, Ingat Batas Aman Mobil Melintasi Banjir

Pemilik kendaraan perlu memahami batas aman mobil ketika melintasi genangan air atau banjir, terlebih saat musim hujan bersamaan dengan potensi rob di kawasan pesisir.

Meski tidak dianjurkan menerabas, pengetahuan ini dianggap penting sebagai langkah darurat ketika kondisi tidak memungkinkan untuk memutar arah atau berhenti lama di jalan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyampaikan bahwa batas maksimal kendaraan melewati banjir adalah sekitar 30 cm di bawah posisi air intake atau saluran udara mesin.

banjir, Banjir rob, tips mobil, tips berkendara, tips otomotif, Jangan Gegabah, Ingat Batas Aman Mobil Melintasi Banjir

Salah seorang pemotor melintas di ruas jalan Pantura Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang ditumbuhi lumut, Selasa (8/7/2025)

"Kalau untuk batas mobil bisa menerobos banjir, sekitar 30 cm di bawah air intake," kata Sony saat dihubungi Kompas.com.

Setiap mobil memiliki letak air intake yang berbeda, sehingga pemilik perlu mengetahui posisinya masing-masing.

Sony juga menekankan pentingnya memiliki rute cadangan agar perjalanan tidak terhambat apabila jalur utama tergenang.

Patokan visual dapat digunakan untuk menilai kedalaman genangan. Menurut Sony, kondisi masih relatif aman dilewati apabila trotoar atau benda-benda sekitar jalan masih terlihat dan ketinggian air tidak melebihi separuh ban.

Saat melintas, pengemudi dianjurkan menjaga kecepatan rendah dengan gigi kecil tanpa menaikkan putaran mesin terlalu tinggi. Ini membantu mencegah terciptanya ombak yang berpotensi mendorong air masuk ke air intake.

banjir, Banjir rob, tips mobil, tips berkendara, tips otomotif, Jangan Gegabah, Ingat Batas Aman Mobil Melintasi Banjir

Sejumlah kendaraan melintas di genangan banjir rob Pantura Semarang-Demak, tepatnya di Kecamatan Sayung, Demak pada Minggu (6/4/2025) sore.

"Supaya tidak menciptakan efek ombak yang bisa membuat air tersedot ke dalam air intake," ujar Sony.

Pandangan serupa juga disampaikan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Ia menyebutkan batas aman kendaraan menerabas banjir maksimal selevel sumbu roda, sebab genangan yang lebih tinggi dapat mencapai komponen kelistrikan seperti ECU dan memicu korsleting.

"Jangan sampai melebihi sumbu roda karena dikhawatirkan ECU dan sistem elektrikal mobil terkena air hingga menyebabkan korslet," ujar Jusri.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang