Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Bencana Sumatra, Awan Hujan ‘Dibuang’ ke Lautan

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Bencana Sumatra, Awan Hujan ‘Dibuang’ ke Lautan

Pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir curah hujan di Pulau Sumatra. Langkah ini menjadi tindak lanjut atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami melakukan operasi modifikasi cuaca. (Pesawat) diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti curah hujan kami bawa ke lautan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (28/11).

Cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada 24–25 November 2025 dipengaruhi oleh dua sistem cuaca besar, yakni Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.

Kedua fenomena tersebut terbentuk di sekitar perairan Indonesia dan memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dua sistem cuaca tersebut menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sumatra bagian utara. (Knu)