Langkah Kesiapsiagaan Sebelum, Saat, dan Sesudah Banjir: Panduan dari BNPB

— Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di berbagai daerah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis panduan lengkap mengenai tindakan sebelum banjir, saat banjir, dan setelah banjir, guna meminimalkan risiko keselamatan serta dampak kerugian bagi masyarakat.
Panduan ini mencakup langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga upaya menghindari penyakit pasca banjir. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Tindakan Saat Banjir Datang
BNPB menekankan bahwa masyarakat harus segera bertindak cepat ketika air mulai naik. Beberapa langkah keselamatan darurat yang harus dilakukan meliputi:
- Mematikan seluruh peralatan listrik untuk mencegah korsleting dan risiko tersengat arus.
- Mengamankan barang elektronik dan barang berharga dengan memindahkannya ke tempat lebih tinggi.
- Menampung air bersih sedini mungkin karena pasokan air bersih biasanya terganggu saat banjir.
- Memeriksa kebocoran rumah, terutama pada bagian atap dan dinding yang rawan jebol.
- Memastikan sumur resapan berfungsi untuk mempercepat penyerapan air di sekitar rumah.
- Mengikuti arahan petugas berwenang, termasuk instruksi evakuasi dan jalur aman.
langkah darurat ini penting dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya dan kerugian selama bencana berlangsung.
2. Tindakan Sesudah Banjir Surut
Setelah banjir berlalu, masyarakat tetap diminta waspada karena ancaman kesehatan dan keselamatan masih tinggi. Dalam panduannya, BNPB menyebut sejumlah tindakan penting, antara lain:
- Memberantas sarang nyamuk untuk mencegah penyakit seperti demam berdarah.
- Menggunakan kaporit jika sumur tercemar air banjir, guna memastikan air kembali aman digunakan.
- Meminum air kemasan atau merebus air sebelum dikonsumsi untuk menghindari penyakit diare atau infeksi lainnya.
- Memeriksa keamanan listrik dan gas sebelum kembali memasang atau mengoperasikannya.
- Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan karet saat membersihkan rumah untuk menghindari luka dan infeksi.
- Mewaspadai penyakit pasca banjir, seperti leptospirosis, diare, ISPA, hingga infeksi kulit.
Langkah-langkah ini penting untuk mencegah gangguan kesehatan yang sering meningkat setelah banjir.
3. Tindakan Sebelum Musim Hujan dan Banjir Datang
Upaya pencegahan sejak awal sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. BNPB mengimbau masyarakat melakukan langkah kesiapsiagaan berikut:
- Membersihkan, menguras, dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Membuat sumur resapan untuk membantu penyerapan air hujan.
- Menyiapkan penghambat air banjir, seperti karung pasir, untuk mengantisipasi luapan air.
- Membangun tanggul kecil atau meninggikan struktur rumah jika tinggal di daerah rawan banjir.
- Mengeruk dan membersihkan saluran air atau sungai (kali) agar aliran air tidak tersumbat.
- Mengamankan alat elektronik sejak awal.
- Menyediakan bak penyimpanan air bersih untuk kebutuhan darurat.
- Menyiapkan jas hujan atau payung untuk menghadapi curah hujan tinggi.
Langkah-langkah ini bertujuan memperkuat mitigasi risiko banjir di tingkat keluarga.
Panduan dari BNPB ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam menghadapi puncak musim hujan.
Mulai dari tindakan pencegahan sebelum banjir, langkah keselamatan saat bencana, hingga upaya pemulihan setelah banjir surut, semua harus dilakukan secara disiplin untuk mengurangi dampak kerugian dan menjaga keselamatan keluarga.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi banjir dan berbagai risiko yang menyertainya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang