Top 5+ Tips Aman saat Banjir, Nomor 4 Suka Cuek

Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan.

Potensi genangan air dan banjir di lingkungan permukiman kerap meningkat saat memasuki musim hujan.

Di balik dampak yang terlihat, terdapat risiko lain yang sering luput diperhatikan, yaitu bahaya sengatan listrik.

Kondisi lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi atau peralatan yang tidak terlindungi dengan baik, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah jika tidak diantisipasi sejak awal.

Berikut 5 tips menjaga keamanan listrik di rumah saat banjir:

1. Matikan aliran listrik dari panel utama

Saat air mulai masuk ke dalam rumah, langkah paling aman adalah mematikan aliran listrik dari panel utama.

Hal ini bertujuan mencegah aliran listrik menyebar melalui air atau benda-benda konduktif di dalam rumah.

Jika panel listrik sudah tergenang atau sulit dijangkau, sebaiknya tidak memaksakan diri dan menunggu bantuan petugas berwenang.

2. Hindari menyentuh peralatan listrik yang terendam air

Peralatan elektronik dan listrik yang terendam banjir berpotensi masih menyimpan arus atau mengalami kerusakan pada isolasi kabel.

Hindari menyentuh, memindahkan, atau menyalakan kembali peralatan tersebut sebelum dipastikan benar-benar kering dan aman. Pemeriksaan oleh teknisi listrik sangat disarankan sebelum peralatan digunakan kembali.

3. Lakukan pemeriksaan instalasi listrik pascabanjir

Air banjir dapat merusak kabel, sambungan, dan komponen listrik yang tidak terlihat secara kasat mata.

Setelah banjir surut, lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara menyeluruh, terutama pada area dapur, ruang keluarga, dan titik-titik stop kontak rendah.

Pemeriksaan oleh teknisi listrik membantu memastikan tidak ada kebocoran arus atau risiko korsleting saat listrik kembali dinyalakan.

4. Tunda aktivitas bersih-bersih hingga kondisi listrik aman

Membersihkan rumah setelah banjir memang penting, namun pastikan aliran listrik sudah dipastikan dalam kondisi mati dan aman.

Gunakan alas kaki berbahan karet, hindari menyentuh stop kontak atau kabel yang masih basah, serta pastikan tangan dalam kondisi kering saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik.

5. Sistem proteksi listrik yang tepat

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, rumah disarankan dilengkapi dengan sistem proteksi listrik yang memadai, tidak hanya MCB untuk korsleting, tetapi juga perangkat anti setrum seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO.

Perangkat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan pada tingkat yang sangat kecil, sehingga dapat membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik.

“Keselamatan listrik merupakan pondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah tantangan musim hujan dan meningkatnya risiko banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas,” ungkap Direktur Utama Schneider Electric Indonesia dan Timor-Leste, Martin Setiawan, melalui keterangan resminya, Kamis, 22 Januari 2026.