Update Korban Bencana di Sibolga: 33 Meninggal, 56 Orang Masih Hilang

Banjir Sumut, longsor Sumatera Utara, banjir sibolga, longsor sibolga, Update Korban Bencana di Sibolga: 33 Meninggal, 56 Orang Masih Hilang

Deretan bencana longsor yang menerjang Kota Sibolga, Sumatera Utara, menimbulkan jumlah korban jiwa yang terus bertambah.

Berdasarkan data sementara yang dirilis Polda Sumatera Utara, sebanyak 33 warga Sibolga dilaporkan meninggal dunia. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah terdampak lainnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyampaikan masih ada puluhan warga yang belum ditemukan.

"Data sementara kami, si Sibolga 33 orang meninggal dunia, dan 56 belum ditemukan," kata Ferry, Jumat (28/11/2025).

Banyak Titik Longsor di Sibolga

Di Kota Sibolga, tercatat ada 18 titik longsor yang terjadi. Selain korban meninggal dan hilang, sekitar 7 warga mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Hingga saat ini, akses menuju Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih terputus akibat material longsor yang menimbun jalan.

Di wilayah Tapanuli Tengah sendiri, longsor dan banjir turut menyebabkan empat orang meninggal dunia. Total ada 19 kejadian yang tercatat di daerah tersebut, terdiri dari 9 longsor dan 10 banjir.

"Di Tapteng ada 19 kejadian longsor dan banjir. Sebanyak 4 orang meninggal dunia," ujar Ferry.

Rekapitulasi Sementara: 62 Orang Meninggal, 65 Masih Dicari

Secara keseluruhan, korban terdampak bencana alam di Sumatera Utara terus bertambah. Hingga pukul 00.00 WIB, Jumat (28/11/2025), tercatat:

  • 62 orang meninggal dunia
  • 65 orang masih dalam pencarian
  • 13 orang mengalami luka berat
  • 82 orang luka ringan

"Sebanyak 62 orang meninggal dunia, luka berat 13, luka ringan 82. Kemudian dalam pencarian 65 orang," ujar Ferry menegaskan.

Serangkaian bencana ini berlangsung sejak 24 November hingga 27 November 2025 dan tersebar di 20 wilayah kabupaten/kota di bawah jajaran Polres Polda Sumut.

Total, tercatat 367 kejadian meliputi banjir, longsor, dan pohon tumbang. Dampaknya, 9.845 warga terpaksa mengungsi.

"Pengungsi sebanyak 9.845 orang," tambah Ferry.

Respons Darurat Polda Sumut

Dalam penanganan bencana ini, Polda Sumut bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, serta pendirian posko darurat.

Untuk memperlancar komunikasi di lokasi yang terisolasi jaringan, kepolisian menurunkan mobil satelit dan koneksi internet Starlink.

Selain itu, tim medis dan personel lalu lintas turut diterjunkan untuk membantu penanganan warga dan pengaturan mobilitas di lokasi terdampak.

Secara keseluruhan, 1.754 personel dikerahkan dalam penanganan darurat ini.

"Jumlah personel penanggulangan bencana alam 1.754 personel," kata Ferry.

Bhayangkari Polda Sumut juga mengirimkan bantuan logistik berupa beras, air mineral, mie instan, roti kering, susu bayi, pakaian, selimut, sarung, pembalut, popok, dan kursi lipat.

Artikel ini tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sibolga Berduka, 33 Orang Tewas dan 56 Hilang akibat Longsor

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang