Cremonese Masuk Zona Merah, Pengamat Menerka Masa Depan Audero
Kekalahan dari Lecce menjadi pukulan bagi tim Emil Audero, Cremonese, dalam lanjutan Serie A musim 2025–2026.
Duel Lecce vs Cremonese di Stadion Via del Mare, Minggu (8/3/2026) malam WIB berakhir dengan skor 1-2.
Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Santiago Pierotti (22') dan penalti Nikola Stulic (38'). Cremonese hanya mampu membalas melalui Federico Bonazzoli (47') pada awal babak kedua.
Lantaran kekalahan ini Cremonese (24 poin) harus menempati posisi ke-18 klasemen Liga Italia, yang merupakan zona degradasi. Sementara Lecce naik ke posisi ke-16 dengan 27 angka.
Performa Audero Jadi Sorotan
Pada laga ini performa penjaga gawang Cremonese, Emil Audero turut mendapat perhatian. Berdasarkan data Fotmob, ia memperoleh rating 5,1 usai bermain selama 90 menit.
Ia mencatatkan satu penyelamatan diving, satu tinjuan bola, dan satu sapuan. Akurasi umpannya 76 persen, dengan 26 operan tepat dari 34 percobaan.
Pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede, menilai hasil tersebut bisa menjadi titik penting dalam perjalanan Cremonese musim ini.
Menurutnya, situasi saat ini sangat kontras dibanding awal musim ketika Cremonese sempat mengejutkan pencinta sepak bola dengan kemenangan atas AC Milan (2-1) di San Siro pada pekan pertama.
“Kekalahan dari Lecce menjadi titik balik bagi klubnya Emil Audero karena mereka sekarang resmi masuk zona merah dan ini berbanding terbalik ketika mengawali musim,” kata pundit yang biasa disapa Bung Harpa itu kepada Kompas.com.
Emil Audero melakukan penyelamatan di hadapan Niclas Fuellkrug (bawah) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Cremonese vs AC Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia bagian utara pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)
Ia menilai performa individu penjaga gawang timnas Indonesia itu sebenarnya cukup baik sepanjang musim Serie A ini, terutama dalam hal penyelamatan.
“Tetapi kegagalan timnya untuk tampil konsisten juga membuat performanya ikut terpengaruh seperti yang terlihat saat melawan Lecce,” imbuhnya.
Masa Depan Audero Masih Terbuka
Haris Pardede juga menyoroti kemungkinan skenario yang akan terjadi pada akhir musim Serie A nanti.
Jika Cremonese gagal keluar dari zona degradasi, Emil Audero berpotensi kembali ke klub induknya, Como 1907. Ia kini membela Cremonese dengan status pinjaman.
Namun, persaingan di sana tidak akan mudah karena ada penjaga gawang lain yang sedang tampil impresif, Jean Butez.
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di akhir musim nanti. Kalau Cremonese terdegradasi, Emil bisa kembali ke Como. Tetapi persaingan juga tidak mudah karena ada kiper lain yang tampil bagus,” tutur Haris Pardede.
Meski demikian, ia menilai situasi tersebut juga bisa menjadi peluang jika Como bermain baik dan memiliki jadwal pertandingan yang padat.
“Otomatis mereka butuh kedalaman skuad. Dalam situasi seperti itu, Emil bisa saja tetap dipertahankan meskipun sebagai penjaga gawang kedua,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang