Ilmu Komputer Termasuk! Ini 5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Susah Dapat Kerja di 2025

Ilustrasi wisuda/lulus kuliah.
Ilustrasi wisuda/lulus kuliah.

 Di era persaingan kerja yang semakin ketat, memilih jurusan kuliah bukan lagi sekadar mengikuti minat atau tren. Banyak lulusan baru yang kini harus menghadapi kenyataan bahwa gelar saja tidak cukup untuk memastikan karier yang mulus. 

Kondisi ekonomi global yang berubah cepat ikut mendorong beberapa industri menahan rekrutmen, sementara yang lain justru berkembang pesat.

Fresh graduate akhirnya harus menyiapkan diri menghadapi kenyataan bahwa sebagian jurusan memiliki tantangan yang lebih besar daripada yang lain. Memahami jurusan mana yang diserap pasar dan mana yang sedang melemah menjadi penting, terutama bagi mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja dalam waktu dekat.

Menurut data Federal Reserve Bank of New York, ada sejumlah jurusan yang kini menghadapi tingkat pengangguran tertinggi. Di sisi lain, ada pula jurusan yang tetap stabil dan memiliki peluang kerja sangat baik.

Melansir dari Investopedia, berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dirangkum pada Jumat, 21 November 2025.

Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

Ilustrasi wisuda

Berikut daftar jurusan dengan tingkat pengangguran paling tinggi di 2025:

- Antropologi: 9,4 persen

- Fisika: 7,8 persen

- Teknik komputer: 7,5 persen

- Seni komersial dan desain grafis: 7,2 persen

- Seni rupa: 7 persen

Sebaliknya, beberapa jurusan yang penganggurannya sangat rendah antara lain nutrition science (0,4 persen) dan construction services (0,7 persen). Selain itu, special education, civil engineering, serta animal and plant sciences hanya mencatat tingkat pengangguran sekitar 1 persen. 

Mengapa Ada Jurusan yang Sulit Mendapat Pekerjaan?

Para ahli menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran pada jurusan teknik komputer terjadi karena perusahaan teknologi memangkas belanja sejak 2022. Sektor yang dulu sangat agresif berkembang kini lebih berhati-hati sehingga lowongan untuk lulusan baru menyusut.

Untuk jurusan liberal arts seperti antropologi atau seni, tantangannya lebih pada kurangnya keterampilan teknis yang secara langsung dibutuhkan industri. Banyak perusahaan mencari skill spesifik, sehingga lulusan humaniora perlu bekerja ekstra menunjukkan relevansi diri mereka.

Sebaliknya, bidang seperti kesehatan dan engineering menunjukkan pertumbuhan stabil selama beberapa tahun terakhir, sehingga peluang kerja tetap terbuka lebar.

Tips untuk Lulusan Baru dari Jurusan dengan Risiko Tinggi

Jika jurusanmu masuk kategori dengan pengangguran tinggi, fleksibilitas menjadi kunci. 

“Bagi lulusan dengan jurusan yang tingkat penganggurannya tinggi seperti antropologi, seni rupa, atau desain grafis, kuncinya adalah tetap fleksibel dan fokus membangun keterampilan yang bisa dipindahkan lintas bidang," kata Priya Rathod, editor tren dunia kerja di Indeed. 

"Pikirkan kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, manajemen proyek, atau layanan pelanggan. Keterampilan nonteknis ini sering menjadi ‘resep rahasia’ yang membantu lulusan baru menonjol dan tetap relevan di berbagai industri,” sambungnya. 

Untuk lulusan yang belum memiliki pengalaman kerja penuh waktu, Rathod menambahkan, bahwa magang, pekerjaan paruh waktu, kerja lepas, dan pengalaman sebagai relawan adalah cara-cara berharga untuk mengembangkan CV dan memperluas jaringan

“Bagi semua lulusan, pekerjaan pertama setelah kuliah tidak selalu merupakan ‘pekerjaan impian’ dan itu tidak apa-apa. Ingat, jurusan Anda adalah titik awal, bukan batasan. Pendekatan yang strategis dan fleksibel dapat membuka peluang di berbagai industri.”