Jurusan Kuliah yang Masih Relevan dan Tidak Relevan di 2026, Apa Saja?

jurusan kuliah, Jurusan Kuliah yang Masih Relevan dan Tidak Relevan di 2026, Apa Saja?, 1. Artificial Intelligence (AI), 2. Keamanan Siber, 3. Psikologi Industri dan Kesehatan Mental, 4. Desain Komunikasi Visual (DKV) Berbasis UI/UX, 5. Bioteknologi dan Rekayasa Hayati, 6. Bisnis Digital dan Financial Technology (Fintech), 7. Teknik Lingkungan dan Energi Terbarukan, 1. General Business Administration (termasuk MBA), 2. Computer Science (Ilmu Komputer), 3. Mechanical Engineering (Teknik Mesin), 4. Akuntansi, 5. Bahasa Inggris dan humaniora, 6. Sosiologi dan ilmu sosial, 7. Sejarah dan filsafat, 8. Seni liberal

Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting yang menentukan arah karier di masa depan.

Namun, seiring perkembangan teknologi, industri, dan kebutuhan pasar kerja, tidak semua jurusan memiliki relevansi yang sama.

Beberapa jurusan justru semakin diminati karena peluang kerja yang tinggi, sementara yang lain mulai kehilangan daya tarik dan kurang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional saat ini.

Para pakar pendidikan menekankan pentingnya mempertimbangkan kecocokan minat, tren industri, dan prospek kerja sebelum memutuskan jurusan.

Dengan memahami jurusan mana yang masih relevan dan mana yang mulai menurun relevansinya, calon mahasiswa dapat membuat keputusan lebih tepat, sehingga investasi waktu dan biaya pendidikan memberikan hasil optimal di masa depan.

Jurusan kuliah yang masih relevan

Dilansir dari , Jumat (2/1/2026), berikut ini jurusan kuliah yang masih relevan di tahun 2026:

1. Artificial Intelligence (AI)

Kecerdasan buatan dan pengolahan data menjadi fondasi berbagai sektor, mulai dari industri teknologi, keuangan, kesehatan, hingga manufaktur.

Sehingga program studi yang berfokus pada machine learning, analisis big data, serta etika AI semakin dibutuhkan karena perusahaan tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga analisis prediktif dan pengambilan keputusan berbasis data.

2. Keamanan Siber

Meningkatnya aktivitas digital seiring digitalisasi layanan publik dan bisnis turut meningkatkan risiko serangan dan kejahatan siber.

Sehingga jurusan keamanan siber menjadi relevan dan lulusannya dibutuhkan oleh berbagai perusahaan dan institusi demi mencegah peretasan dan kebocoran informasi.

3. Psikologi Industri dan Kesehatan Mental

Isu kesehatan mental dan kesejahteraan kerja semakin mendapat perhatian serius, terutama di lingkungan kerja modern yang sarat tekanan dan tuntutan produktivitas.

Psikologi industri dan organisasi berperan dalam pengelolaan sumber daya manusia, asesmen kinerja, serta perancangan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.

4. Desain Komunikasi Visual (DKV) Berbasis UI/UX

Perkembangan ekonomi digital membuat desain tidak lagi sekadar estetika, tetapi juga pengalaman pengguna.

DKV dengan fokus pada user interface (UI) dan user experience (UX) berperan penting dalam pengembangan aplikasi, situs web, dan produk digital agar mudah digunakan dan menarik. Sehingga jurusan ini akan semakin dibutuhkan ke depannya.

5. Bioteknologi dan Rekayasa Hayati

Bioteknologi berperan besar dalam pengembangan pangan, kesehatan, dan solusi berbasis sains, terutama setelah dunia menghadapi pandemi dan krisis iklim.

Diperkirakan pakar, permintaan tenaga ahli bioteknologi meningkat seiring tantangan global terkait kesehatan dan ketahanan pangan.

6. Bisnis Digital dan Financial Technology (Fintech)

Transformasi ekonomi digital mendorong perubahan pada bidang bisnis dan keuangan. Jurusan bisnis digital dan fintech memadukan pemahaman manajemen, keuangan, serta teknologi, termasuk sistem pembayaran digital, analisis risiko, dan pengembangan startup.

Kebutuhan talenta yang memahami keuangan sekaligus teknologi semakin tinggi, seiring berkembangnya bank digital dan layanan keuangan berbasis aplikasi.

7. Teknik Lingkungan dan Energi Terbarukan

Transisi energi dan isu perubahan iklim menjadi agenda utama banyak negara, masuk ke dalam program PBB.

Jurusan teknik lingkungan dan energi terbarukan berperan dalam pengelolaan limbah, pengembangan energi surya dan angin, serta penerapan prinsip keberlanjutan industri.

Jurusan kuliah yang tak lagi relevan

Berikut daftar jurusan kuliah yang dinilai mulai tidak lagi relevan atau mengalami penurunan nilai pasar kerja berdasarkan laporan dari lembaga pendidikan luar negeri, termasuk studi yang dikaitkan dengan peneliti Harvard dan tren data jurusan global, seperti dilansir dari The Times of India.

1. General Business Administration (termasuk MBA)

Laporan riset yang dikaitkan dengan Harvard menunjukkan jurusan bisnis umum seperti administrasi bisnis tidak lagi memberikan keunggulan kompetitif yang kuat di pasar kerja modern karena oversupply lulusan dan preferensi perusahaan pada keahlian spesifik. 

2. Computer Science (Ilmu Komputer)

Meski masih populer, nilai gelar ilmu komputer menurun jika lulusan tidak terus mengembangkan keterampilan terbaru di luar kurikulum standar karena cepatnya perubahan teknologi dan AI. 

3. Mechanical Engineering (Teknik Mesin)

Permintaan untuk teknik mesin mengalami stagnasi dan kompetisi global tinggi, membuat prospek kariernya tidak sekuat jurusan teknik terapan lain yang lebih adaptif terhadap perubahan industri. 

4. Akuntansi

Kemajuan otomasi dan AI di bidang audit dan laporan keuangan mendorong penurunan kebutuhan tenaga manusia untuk pekerjaan dasar akuntansi, kecuali jika lulusan berspesialisasi lebih jauh.

5. Bahasa Inggris dan humaniora

Jurusan di bidang humaniora seperti sastra, bahasa, atau filsafat mengalami penurunan pendaftaran dan penurunan nilai pasar kerja karena kurangnya jalur karier yang jelas tanpa keterampilan tambahan, dilansir dari The Burning Glass Institute.

6. Sosiologi dan ilmu sosial

Bidang ilmu sosial seperti sosiologi juga dilaporkan memiliki hubungan yang longgar dengan permintaan kerja spesifik, sehingga banyak lulusan beralih ke bidang lain atau bekerja di luar disiplin asalnya. 

7. Sejarah dan filsafat

Meski menawarkan keterampilan berpikir kritis, jurusan seperti sejarah dan filsafat menghadapi pertumbuhan karier yang lebih lambat jika dibandingkan jurusan yang berorientasi pada teknologi atau ilmu terapan. 

8. Seni liberal

Data tren pendidikan menunjukkan penurunan minat di jurusan seni liberal dan humaniora secara keseluruhan, karena banyak mahasiswa memilih jurusan yang lebih langsung terkait dengan peluang kerja dan keterampilan teknis.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang