Media Asing Soroti Erupsi Semeru: Meletus Berkali-kali, Warga Tetap Tinggal di Lereng
Erupsi Gunung Semeru kembali menjadi sorotan sejumlah media asing dalam beberapa jam terakhir.
Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur itu pertama kali erupsi pada Rabu (19/11/2025) pukul 14.13 WIB.
Tak lama setelah itu, status Gunung Semeru dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa pada Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB telah terjadi 32 kali gempa guguran.
Selain itu, ia juga mencatat 25 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 71–141 detik.
“Aktivitas Gunung Semeru untuk pengamatan kegempaan tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 69-108 detik,” ujar Yadi dikutip dari Antara, Kamis (20/11/2025).
Lalu, apa kata media asing soal Gunung Semeru erupsi?
1. The Guardian
Media asal Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa Semeru yang mengalami erupsi pada hari Rabu adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Erupsi Semeru menyebabkan beberapa desa yang berada di sekitar gunung dilanda hujan abu.
“Gunung berapi di provinsi Jawa Timur itu mengeluarkan awan panas yang membakar berupa abu dan campuran batu, lava, dan gas yang meluncur hingga sejauh 7 km (4 mil) menuruni lerengnya beberapa kali sejak siang hingga senja,” tulis The Guardian, Rabu (19/11/2025).
“Sementara kolom awan panas yang tebal membumbung hingga 2 km ke udara,” tambah media tersebut.
The Guardian juga melaporkan, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperluas zona bahaya hingga 8 km dari kawah.
Masyarakat juga diimbau menjauhi kawasan Sungai Besuk Kobokan yang menjadi jalur aliran lava karena awan panas menuruni lereng Gunung Semeru pascaerupsi.
2. Reuters
Kantor berita Reuters menyoroti banyak pendaki berada di Ranu Kumbolo yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ketika Gunung Semeru erupsi.
Reuters memberitakan, jumlah pendaki yang berada di Ranu Kumbolo sekitar 170 orang.
Mereka sempat bertahan di area perkemahan tepi danau di kaki gunung yang berjarak 6,4 km dari kawah.
“Semua pendaki beserta pemandunya selamat. Situasi terkendali,” kata Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS Septi Eka Wardhani sebagaimana dikutip oleh Reuters, Kamis (20/11/2025).
Reuters juga menyebutkan, Gunung Semeru yang mengalami erupsi memiliki ketinggian 3.676 meter dan menjadi salah satu dari 130 gunung berapi yang masih aktif di Indonesia.
“Membentang di 'Cincin Api Pasifik', zona seismik yang sangat aktif, tempat berbagai lempeng di kerak bumi bertemu dan menciptakan sejumlah besar gempa bumi dan gunung berapi,” tulis Reuters.
3. ABC
Salah satu media asal Australia, ABC, memberitakan bahwa Pusat Penasihat Abu Vulkanik (VAAC) Biro Meteorologi Australia telah mengeluarkan peringatan penerbangan setelah Gunung Semeru erupsi.
VAAC melaporkan, sebagian abu vulkanik yang membumbung ke langit dapat diidentifikasi oleh citra satelit.
Untungnya, tidak ada penerbangan yang dibatalkan dari dan/atau menuju Denpasar usai erupsi.
“Dengan ketinggian lebih dari 3.600 meter, Semeru adalah salah satu dari hampir 130 gunung berapi aktif di Indonesia,” tulis ABC, Rabu (19/11/2025).
“Gunung ini telah meletus berkali-kali dalam 200 tahun terakhir, tetapi puluhan ribu orang masih tinggal di lerengnya,” tambah media tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.