Keren! Chatbot AI Buatan Siswa SMK Ini Bikin Pendaftaran Sekolah Jadi Semudah Chat di WhatsApp
Suasana haru dan rasa bangga menyelimuti tim Semicolon dari SMK Telkom Sidoarjo saat dinobatkan sebagai juara utama Jagoan Hosting Infra Competition (JHIC) 2025. Dalam babak final yang digelar di Surabaya, Sabtu 8 November 2025, mereka tampil gemilang di hadapan dewan juri dan peserta lain dari seluruh Indonesia.
Tim yang beranggotakan Ahmad Nabil, Revano, M. Rasya, Qaysar, dan M. Arga itu berhasil mengalahkan 30 finalis terbaik setelah menempuh perjalanan panjang dari total 1.250 peserta dan 300 tim pendaftar. Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, kekompakan, serta peran guru pembimbing yang tidak kenal lelah.
Proyek andalan mereka, “Lab Tour 360”, memungkinkan calon siswa menjelajahi fasilitas sekolah secara virtual. Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan chatbot berbasis RAG (Retrieval-Augmented Generation) untuk menjawab berbagai pertanyaan calon pendaftar secara cepat dan informatif.
Kombinasi dua teknologi ini membuat proses promosi sekolah menjadi lebih interaktif, modern, dan mudah diakses.
Guru pembimbing, Rizka Rahayu, menjadi sosok penting di balik kesuksesan tim ini. Ia mengaku bangga atas dedikasi para siswanya.
“Anak-anak ini luar biasa. Kami benar-benar bergerak bersama,” ungkap Rizka dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 11 November 2025.
Ia juga menceritakan perjuangan tim yang rela begadang di sekolah, memperbaiki coding, dan memastikan infrastruktur cloud berjalan sempurna.
“Saya sebagai guru hanya mengarahkan, tapi eksekusi dan inovasi mereka di lapangan melampaui ekspektasi,” tambahnya.
Rizka mengungkap, tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas website agar tetap responsif meski diakses ribuan pengunjung saat masa pendaftaran sekolah. Berkat kerja tim yang solid, semua hambatan berhasil mereka lewati.
Salah satu anggota tim, Ahmad Nabil, mengakui sempat merasa minder saat melihat karya peserta lain di tahap bootcamp.
“Jujur, kami sempat sedikit down melihat peserta lain yang karyanya hebat-hebat. Tapi Bu Rizka Rahayu terus meyakinkan kami bahwa karya kami punya keunikan sendiri,” ujarnya.
Menurut Nabil, mereka akhirnya fokus pada kebutuhan nyata sekolah: website yang cepat, aman, dan mudah diakses.
“Kemenangan ini untuk sekolah kami, untuk guru kami, dan untuk membuktikan bahwa siswa SMK bisa menciptakan solusi digital kelas industri,” tambahnya.
General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto menegaskan bahwa JHIC bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah pembelajaran aplikatif bagi siswa.
“Kami tidak hanya ingin menciptakan kompetisi, tapi wadah pembelajaran yang aplikatif,” ujarnya.
Menurutnya, proyek-proyek seperti ini mendorong sekolah memiliki website fungsional, aman, dan representatif sebagai wajah digital resmi.
Andy menambahkan, pengalaman membangun solusi digital langsung untuk sekolah menjadi portofolio berharga bagi siswa.
“Kami percaya, kolaborasi guru dan siswa seperti ini adalah fondasi terciptanya talenta digital unggul Indonesia,” tutupnya.